DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Kunjungan Anggota DEN ke Pabrik Canadian Solar Indonesia, Tangerang, Banten

01 April 2016 Berita

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Prof. Ir. Rinaldy Dalimi MSc. PhD, Dr. Ir. Tumiran M. Eng. dan Dr. A. Sonny Keraf mengunjungi pabrik PT Canadian Solar Indonesia (CSI) di Desa Pasirbolang, Tigaraksa, Tangerang Banten (1/4). Kunjungan Anggota DEN ke pabrik Canadian Solar Indonesia sebagai bentuk upaya DEN dalam mendukung target bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) pada tahun 2025 sebesar 23% dan bertujuan untuk mengetahui kemampuan industri dalam negeri dalam menyediakan pasokan modul surya di Indonesia.  

Dalam diskusi dengan General Manager-South East Asia Canadian Solar Inc. Dr.-Ing Insan Boy menyatakan pertumbuhan industri EBT di Indonesia sangat baik khususnya Tenaga Surya. Sebagai negara yang terletak di kawasan katulistiwa, Indonesia memiliki potensi Energi Tenaga Surya yang melimpah, dengan matahari yang bersinar sepanjang tahun.

Berkaitan dengan pertanyaan Sonny Keraf, “Apakah kemampuan industri dalam negeri kita sudah siap dalam menyediakan pasokan modul surya di Indonesia?” Dengan target bauran energi sebesar 23% pada tahun 2025, diperlukan kesiapan industri dalam mencapai target hal tersebut, termasuk kesiapan dalam menyiapkan modul suryanya. Insan mengatakan, masih adanya beberapa kendala seperti kebijakan Pemerintah dan iklim investasi yang ada saat ini dirasa tidak berpihak kepada investor. Kebijakan yang dimaksud Insan adalah mengenai pengenaan pajak pada komponen yang masih diimpor. "Komponen yang diimpor dikenakan pajak."

Selanjutnya mengenai iklim investasi terkait bunga pinjaman perbankan untuk investor yang masih dikatakan tinggi. Menurutnya butuh inovasi dari lembaga pengatur suku bunga Perbankan, agar bunga pinjaman menjadi lebih menarik bagi investor, "Di India investor bisa dapat softloan 4% selama 15 tahun, jadi orang mau berinvestasi."

Anggota DEN Tumiran menjelaskan, DEN tengah mendorong untuk pengembangan EBT dengan mendukung dari segala sektor, baik itu dari investor, masyarakat maupun Pemerintah. "Kami mendukung pengembangan industri EBT di Indonesia, dengan Rancangan Rencana Umum Energi Nasional (R-RUEN) yang akan segera ditetapkan oleh Presiden selaku Ketua DEN, yang di dalamnya ada porsi untuk Tenaga Surya".

Terkait mengenai pengenaan pajak dan bunga pinjaman perbankan, Tumiran mengatakan, "Menjadi pertimbangan untuk selanjutnya diusulkan kepada Kementerian terkait untuk dapat dicarikan solusi bersama, agar pengembangan industri EBT dapat mencapai target bauran energi yang ada."

Senada dengan hal tersebut, Rinaldi Dalimi mengatakan, bahwa Energi Tenaga Surya didukung DEN untuk digunakan pada skala rumah tangga, seperti gedung-gedung perkantoran. "Pengembangan Energi Tenaga Surya selanjutnya dapat masuk ke berbagai lini, seperti gedung perkantoran, contohnya Gedung DEN (Badiklat ESDM), di atapnya sudah menggunakan modul surya, kita mendukung hal seperti itu." Untuk diketahui Gedung DEN (Badiklat ESDM) sudah mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya on grid system dengan kapasitas 104 KWP.

Setelah diskusi, Anggota DEN mengunjungi pabrik pembuatan modul surya CSI. Saat ini, CSI tengah memproses Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga >40%. Modul surya produksi CSI akan menjadi produk Made in Indonesia pertama yang mendapatkan sertifikasi international dan "output daya" minimum 80,7% garansi hingga 25 tahun. Di Indonesia, sejak akhir 2015, CSI mengoperasikan pabrik modul surya dengan kapasitas terpasang 60 MW per tahun. (Teks: TR/Foto: CTA).

Bagikan berita ini

© 2016 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.