DEN Dukung Pengembangan Pemanfaatan Pembangkit Mikrohidro Produksi Dalam Negeri

Bandung, 31/05/2024. Dewan Energi Nasional (DEN) melakukan kunjungan kerja ke pabrik industri turbin pembangkit Mikrohidro PT. Kramat Hidro Mandiri (KHM). Kunjungan ini bertujuan  memperoleh gambaran langsung kesiapan industri manufaktur pembangkit mikrohidro dalam negeri untuk mendukung percepatan pencapaian target bauran energi baru terbarukan (EBT) sesuai Kebijakan Energi Nasional (KEN), Dewan Energi Nasional.

Kunker tersebut dihadiri oleh Anggota DEN Musri Mawaleda, Yusra Khan dan Agus Puji Prasetyono, selain itu turut hadir Direktur PT. Kramat Hidro Mandiri, Heri Siswono, Perwakilan dari Asosiasi Hidro Bandung, Sentanu Hindrakusuma dan Fragaria Alfissima serta perwakilan tim teknis Setjen DEN.

Anggota DEN, Musri Mawaleda sangat mengapresiasi pengembangan energi bersih dan terbarukan, seperti yang dilakukan PT Kramat Hidro Mandiri. "Upaya pengembangan industri hidro perlu didorong semaksimal mungkin, seperti penyusunan policy paper sebagai bahan masukan Pemerintah ke depan dalam memformulasikan kebijakan, khususnya terkait energi"ujarnya.

Direktur PT. KHM, Heri Siswanto menjelaskan mengenai Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang merupakan pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan system run-off river, dimana secara teknis, sebagian air sungai diarahkan ke saluran pembawa, kemudian dialirkan melalui pipa pesat (penstock) menuju turbin untuk memutarkan generator, sehingga menghasilkan energi listrik.

Heri menuturkan KMH berdiri pada tahun 2013, khusus bergerak di bidang hidro power mulai dari riset dan pengembangan hingga fase pabrikasi dan salah satu programnya pengembangan teknologi turbin mikro hidro di pedesaan. Pembuatan jenis turbin berdasarkan beberapa hal, yaitu menentukan berapa debit air eksisting, mengukur beda tinggi aliran air, kemudian membuat prototipe dalam aplikasi (CFD) untuk membuat design turbin (detail engineering design-DED) mana yang lebih sesuai untuk di lokasi penempatan. Pemodelan tersebut bekerjasama dengan perguruan tinggi/politeknik.

“Merebaknya industri turbin di Indonesia, jika tidak dapat dijaga momentumnya, maka keberlangsungannya tidak dapat bertahan lama. Harapan KMH dan industri energi terbarukan Indonesia, dapat mendukung program pengembangan industri tenaga air dan pembangkitan listrik secara khusus,” tambah Heri.

Ketua Umum Asosiasi Hidro Bandung, Sentanu Hindrakusuma menyampaikan besarnya potensi hidro di Indonesia seharusnya menjadi tantangan yang dapat menguntungkan semua pihak, jika dikelola dengan tepat, yaitu industri komponen pembangkit hidro di Indonesia. Adanya regulasi terkait pengembangan energi terbarukan yang ditarik ke Pemerintah Provinsi, dan tidak adanya lagi dana alokasi khusus (DAK) bagi pemerintah tingkat kecamatan yang sebelumnya sangat menopang industri turbin, menjadi permasalahan tersendiri dari keberlangsungan industri tersebut.

Senada dengan hal tersebut Anggota DEN, Agus Puji menambahkan " KHM dapat menyampaikan apa yang menjadi hambatan dan yang akan menjadi solusi nantinya untuk policy paper yang saat ini sedang dibahas DEN dan nantinya bisa dijadikan rekomendasi kebijakan"imbuh Agus.

 “Perkembangan pemanfaatan energi dunia saat ini menuju kepada energi bersih dan terbarukan. Oleh sebab itu, pengembangan teknologi terkait pemanfaatan energi tersebut perlu mendapatkan kepastian kebijakan dari Pemerintah agar dapat berjalan dengan baik,” tutup Musri. (Teks: RAD, Grafis: OT, Editor: DR)

Bagikan ini