Kebijakan Pengembangan dan Pemanfaatan Energi Arus Laut sebagai salah satu jenis Energi Terbarukan

Depok, 21/05/2024. Dewan Energi Nasional mengadakan Rapat Koordinasi terkait dengan Kebijakan Pengembangan dan Pemanfaatan Energi Laut. Rapat dipimpin oleh APK DEN Musri dan Agus Puji. Dihadiri secara langsung oleh Prof. Ir. Mukhtasor, M.Eng.,Ph.D. selaku Pakar Energi Nasional yang juga merupakan Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh November (ITS).

Mengawali diskusi, Musri menyampaikan tujuan rapat koordinasi kali ini untuk mengetahui kebijakan dan regulasi terkait pemanfaatan energi laut, mengetahui update potensi dan lokasi potensial pengembangan energi laut, serta mengetahui rencana Pembangunan Pembangkit Listrik berbasis energi laut oleh badan usaha.

Sesuai dengan arahan Ketua Harian DEN pada pelaksanaan Sidang Anggota DEN ke 4,5, dan 6 Tahun 2023, bahwasanya peta jalan transisi energi menuju NZE 2060  dapat disepakati sambil terus dievaluasi dan dikaji mendalam untuk memastikan implementasinya dalam mendukung target KEN dengan mempertimbangkan beberapa faktor, salah satunya yakni infrastruktur energi untuk meningkatkan bauran EBT.

“Pengembangan industri energi terbarukan perlu diperhatikan apabila kita ingin mengembangkan ekosistem energi terbarukan. Indonesia perlu belajar dari geopotilik China dan India dimana mereka menjadikan energi terbarukan sebagai peluang untuk mengembangkan industri menengah, sehingga pengembangan energi terbarukan turut mendorong perekonomian dalam negeri.” Jelas Prof. Mukhtasor pada kesempatan tersebut.

Rapat dihadiri oleh perwakilan dari Divisi Aneka Energi Terbarukan PT. PLN (Persero). PLN telah melakukan kajian namun belum ada rencana pengembangan energi laut dalam RUPTL 2031-2030. Rencana pengembangan PLTAL (arus laut) dan PLTGL (gelombang laut) saat ini masih berada pada tahap studi potensi di beberapa lokasi. Studi-studi tersebut menjadi dasar usulan PLTEL sekitar 30-70 MW dalam RUPTL baru. 

Sebagai penutup, ditanggapi oleh Dr. Erwandi selaku perwakilan dari BRIN yang menyampaikan bahwa perlu ada penyesuaian tata ruang laut yang tidak compatible dengan potensi energi laut yang dapat dikembangkan. (Teks:RTN, Grafis: CTA Editor: DR).

Bagikan ini