DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Dialog Nasional Nawacita

11 Maret 2021 Berita

Jakarta, 11/3/2021. Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) dari Pemangku Kepentingan, Dr. Herman Darnel Ibrahim, M.Sc dan Ir. Samsul Hadi selaku Ketua Umum LKN hadir menjadi keynote speaker pada Dialog Nasional Nawacita dengan tema Masa Depan Teknologi Sel Surya Untuk Indonesia Terang Dan Maju.

Dalam kesempatan ini Herman Darnel memaparkan bahwa tenaga surya saat ini menjadi primadona masyarakat karena di samping harga murah, juga dapat digunakan skala mikro rumah tangga hingga skala makro industrial yang dapat membuat biaya produksi dapat lebih murah. Kenapa murah? Karena sel surya dapat menghemat energi listrik konvensional.

Penjelasan Herman Darnel dengan judul Listrik Tenaga Surya Primadona Energi Terbarukan yang Layak ‘Digenjot’ menekankan bahwa matahari adalah sumber semua energi bumi. Radiasi energi matahari ke bumi adalah 1360 Watt per meter persegi. Rata-rata selama 24 jam sehari adalah 164 watt per meter persegi. Dengan permukaan bumi mencapai 510 triliun meter persegi, radiasi energi matahari per tahun berarti 3600 BTOE. Inilah yang menjadi peluang pemanfaatan energi Tenaga Surya karena sumber adalah matahari.

Berdasarkan KEN dan RUEN kebutuhan pasok listrik Indonesia diatas 100 Gigawatt pada 2030 dan diatas 300 Gigawatt pada 2050. Dunia sedang melakukan transisi energi dari berbasis fosil menjasi berbasis energi terbarukan. Sumber energi terbarukan Indenesia beragam seperti energi panas bumi, hidro, biomasa, angin dan surya. Bagi Indonesia tenaga surya memiliki kelebihannya yaitu tersedia di semua wilayah dan area Indonesia, biaya investasi murah, dapat digunakan dari mulai roof top, solar farm, biaya produksi murah dan pembangunan dan perakitannya sederhana dan cepat.

Tuturnya sebagai penutup, bahwa tenaga surya adalah primadona untuk peningkatan bauran listrik ET, dan perlu di genjot pengembangannya. Misalnya, strategi di Jawa adalah menggenjot Roof Top dengan potensi 7.000 MW sampai 2030. Juga cukup menarik misalnya dengan parallel mengembangkan Solar Farm dan Pump Storage sebagai pengganti peaker dengan potensi 3000 M. Di samping itu, di luar Jawa juga dapat dikembangkan Roof Top 3000 MW dengan penetrasi sampai 10%. Jika di NTT (Sumba) lebih baik dikembangkan dengan konsep REBID untuk industri.

Selanjutnya Samsul Hadi, Ketua Umum LKN menjelaskan Optimalisasi energi Nano Teknologi dalam implementasi Teknologi Sel Surya saat ini harus cepat menjadi langkah strategis pemerintah untuk mempercepat pemerataan energi yang terus maju dan semakin modern. Lanjutnya, secara praktis teknologi Nano sudah banyak di kenal oleh masyarakat luas. Maka sosialisasi peran teknologi Nano dan manfaatnya dalam menunjang Teknologi Sel Surya penting terus direkomendasikan.

Dialog Nasional Nawacita ini pun menghadirkan pembicara professional: Dr. Satria Zulkarnaen Bisri dari RIKEN Japan; Dr. Ing. Alfian Ferdiansyah dari Metalurgi UI; Linus Andor Mulana Sijabat selaku Ketua Asosiasi Pabrikan Modul Surya Indonesia (APAMSI).

Bagikan berita ini


© 2016 - 2021 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.