DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Tantangan Strategi Pemenuhan Energi Nasional

25 Maret 2021 Berita

Anggota Dewan Energi Nasional, Satya Widya Yudha menjadi pembicara dalam Indonesia Menyapa Bincang khusus Pro 3 Tantangan Strategi Pemenuhan Energi Nasional di Jaringan Radio RRI NET pada Kamis (25/03).

Dalam kesempatan tersebut Ia menyampaikan bahwa saat ini transisi energi dari fosil ke energi baru terbarukan merupakan sebuah keharusan. Komisi VII DPR RI juga telah menginisiasi pembentukan RUU EBT sebagai payung hukum pengembangan Energi Baru Terbarukan di Indonesia. “Hal ini tentunya sebagai dorongan dan rangsangan yang baik untuk mencapai target Bauran Energi sebesar 23% untuk EBT sesuai apa yang tercantum dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).”

Dalam acara tersebut, salah satu audience yang berpartisipasi menanyakan tentang desanya yang berada di wilayah kalimantan barat dimana sampai saat ini belum teraliri listrik. Satya menyampaikan bahwa untuk area-area terpencil yang susah dijangkau, maka penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dapat menjadi solusi karena PLTS sifatnya dapat untuk melistriki area lokal sehingga tidak perlu membangun jaringan listrik dari pembangkit yang sangat bergantung pada kondisi geografis.

Selain itu juga Satya menyampaikan bahwa harga keekonomian energi berbasis EBT memang masih lebih tinggi dari fosil, itulah yang menjadi tantangan kedepan bagaimana agar harga keekonomian Energi EBT bisa sesuai dengan prinsip Ketahanan Energi yaitu Affordability dimana kondisi masyarakat dalam sisi kemampuan untuk mendapatkan energi dengan harga yang terjangkau.

Sebagai penutup, Satya menuturkan bahwa apabila Bangsa Indonesia ingin maju maka kebutuhan energinya harus terpenuhi dengan baik. “Insyaallah Indonesia bisa lebih mandiri di kemudian hari dengan pengembangan sumber-sumber energi non fosil”, pungkasnya. (Teks&Grafis: CTA)

Bagikan berita ini


© 2016 - 2021 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.