DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Perancis melarang teknik hydraulic fracturing

14 Mei 2011 Berita

Parlemen Prancis memilih untuk melarang teknik fracking yang digunakan untuk mengekstraksi shale gas dan minyak, karena mencemari lingkungan. Jika disahkan bulan depan, Perancis akan menjadi negara pertama yang melarang hydraulic fracturing atau fracking. 

Voting di Parlemen tersebut dilakukan setelah protes keras para enviromentalist. Banyak pihak marah setelah penemuan bahwa beberapa izin eksplorasi diberikan tanpa melalui konsultasi publik. Isu ini menjadi lebih politis menjelang pemilihan presiden tahun depan.  

Saat ini Perancis mengandalkan hampir 80% listriknya dari tenaga nuklir. Dan warga negaranya sangat sadar lingkungan.
 
Teknik fracking menginjeksikan campuran fluida air, bahan kimiawi dan pasir kedalam formasi batuan untuk memecah batuan tersebut dan mengekstraksi deposit bahan bakar fosil. Ditengarai campuran fluida ini mengandung bahan radioaktif dan terbukti fluida fracking  merembes ke lapisan aquifer yang umumnya berada di atas lapisan shale gas. Beberapa kasus eksploitasi shale gas di Amerika Serikat menunjukkan bahwa fluida fracking bahkan gas ikut merembes dan mencemari air tanah.
 
Selama ini yang terjadi di Amerika Serikat, komposisi fluida fracking adalah merupakan rahasia dagang serta dikecualikan dari kewajiban pelaporan ke pemerintah.
 
Jika diasumsikan draft perundangan tidak banyak berubah bulan depan, perusahaan akan diwajibkan menyampaikan laporan tentang teknik yang akan digunakan untuk mengeksplorasi bahan bakar fosil. Jika tekniknya melibatkan hydraulic fracturing, izinnya akan dicabut atau dibatalkan. Jika tidak melaporkan bahkan menggunakan teknologi tersebut secara diam-diam, akan dikenai denda bahkan ancaman penjara.
 
Mengingat Indonesia juga mengembangkan shale gas sebagai energi alternatif ke depan, maka aspek-aspek keamanan lingkungan ini perlu mulai menjadi pertimbangan dalam regulasi pengembangannya.
 
 (Sumber: Financial Times) - SM
 
 
Bagikan berita ini


© 2016 - 2019 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.