DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Launching Penggunaan Kompor Listrik Induksi

03 Mei 2021 Berita

Jakarta, 3/5/2021. Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) membuka acara launching penggunaan kompor listrik induksi kepada seluruh pegawai di lingkungan Setjen DEN secara langsung dan virtual.

Launching penggunaan kompor listrik induksi dihadiri oleh Anggota DEN baik dari Unsur Pemangku Kepentingan, Wakil Tetap Anggota DEN dari Kementerian/Lembaga Anggota DEN dari Pemerintah, Direktur Utama PT. PLN (Persero), perwakilan Kementerian BUMN, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Kementerian Keuangan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta pegawai Sekretariat Jenderal DEN.

Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal DEN, Djoko Siswanto menyampaikan bahwa penggunaan kompor listrik induksi kepada para pegawai di lingkungan Dewan Energi Nasional merupakan sebuah langkah dalam mendukung Paris Agrement dan penurunan Efek Rumah Kaca serta upaya mengurangi impor LPG dan mendorong target EBT 23% di tahun 2025. Selain itu, launching Penggunaan Kompor Listrik Induksi kepada seluruh pegawai di lingkungan Setjen DEN merupakan inisiasi sebuah komitmen untuk berkontribusi pada pemanfaatan percepatan energi transisi di Indonesia.

Djoko Siswanto juga menyampaikan bahwa pemanfaatan kompor listrik induksi ini akan memberi manfaat tidak hanya kepada pengguna, namun juga pada perkembangan sektor energi di Indonesia. Bagi pengguna, kompor listrik induksi merupakan kompor yang ramah lingkungan, sehat dan nyaman, karena tidak mengeluarkan gas CO2. Oleh karena itu, kami di Pemerintah khususnya di Dewan Energi Nasional mendorong penggunaan kompor induksi.

Satya Widya Yudha, Anggota DEN dari Unsur Pemangku Kepentingan, menyampaikan bahwa acara launching penggunaan kompor listrik induksi hari ini merupakan dukungan nyata terhadap program 1 juta kompor listrik PT. PLN (Persero). Penggunaan kompor listrik industri memiliki banyak keuntungan terhadap masyarakat yang akan menggunakan, antara lain: penggunaan energi yang lebih hemat, ramah lingkungan serta penghematan biaya rumah tangga masyarakat. Satya juga menambahkan agar kedepannya perlu adanya kerjasama keenergian kepada stakeholder lainnya.

Zulkifli Zaini, Direktur Utama PT.PLN (Persero), mengatakan bahwa hari ini merupakan wujud nyata Pemerintah dalam mendukung Paris Agrement dan penurunan Efek Rumah Kaca serta upaya mengurangi impor LPG dan mendorong kemandirian energi nasional. PLN mengapresiasi langkah yang dilakukan DEN untuk mendorong penggunaan kompor induksi kepada seluruh pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal DEN.

Zulkifli Zaini juga menyampaikan, bahwa komitmen dan dukungan PLN terhadap penggunaan kompor induksi ini merupakan suatu hal yang sudah semestinya dilakukan karena melihat kondisi bahwa saat ini masyarakat Indonesia berada pada kondisi imported energy consumption (mengonsumsi energi yang di-impor), khususnya terkait LPG. Saat ini cadangan energi listrik nasional mencapai 50% lebih yang artinya energi dalam negeri yang diproduksi PLN ini dapat dioptimalkan dan dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat Indonesia, sehingga pemerintah dapat berhemat subsidi LPG karena tidak harus melakukan impor energi, khususnya LPG, serta permasalahan subsidi LPG yang sulit tepat sasaran bisa diatasi.

Oleh karena itu, kami menyampaikan bahwa sudah semestinya PLN mengajak segenap masyarakat untuk dapat beralih menggunakan kompor induksi/ listrik agar dapat membantu pemerintah dalam meningkatkan konsumsi/penggunaan energi dalam negeri (domestic energy consumption).

Adapun beberapa manfaat kompor listrik induksi antara lain:
Pertama, pemanfaatan kompor induksi akan mengurangi beban fiskal negara. Sebagaimana diketahui bahwa saat ini Pemerintah telah berhasil mengkonversi pemanfaatan minyak tanah ke gas alam untuk memenuhi kebutuhan energi di sektor rumah tangga. Keberhasilan Pemerintah ini ditunjukkan dengan semakin meningkatnya pemanfaatan LPG dari tahun ke tahun. Namun demikian, peningkatan permintaan akan LPG tersebut menjadi beban fiskal Pemerintah karena terdapat komponen subsidi untuk LPG 3 kg. Pada tahun 2018, subsidi yang dibayarkan oleh Pemerintah sekitar enam ribu rupiah sampai dengan sepuluh ribu rupiah, sehingga total subsidi yang dibayarkan mencapai Rp 58, 1 Triliun.

Manfaat kedua yaitu meningkatkan ketahanan energi nasional melalui diversifikasi energi dan penurunan ketergantungan akan impor energi. Kebutuhan LPG dalam negeri yang terus meningkat tidak dapat dipenuhi seluruhnya oleh produksi domestik. Hal ini menyebabkan Indonesia harus mengimpor LPG dan bergantung pada produk impor. Kebergantungan tersebut merupakan situasi yang akan berpengaruh pada kondisi yang rentan baik dari sisi pemenuhan volume gas yang harus diimpor, maupun dari sisi subsidi yang harus ditanggung mengingat fluktuasi harga gas internasional. Oleh karena itu, Pemerintah telah menyiapkan strategi nasional dalam grand strategi energi nasional yang mentargetkan untuk menghentikan impor LPG pada tahun 2030. Salah satu upaya stretegis untuk mencapai target tersebut adalah mendorong penggunaan kompor listrik induksi di sektor rumah tangga dengan penggunaan energi yang kompetitif dan kontinuitas suplai listrik.

Manfaat ketiga dari penggunaan kompor induksi adalah sebagai bentuk dukungan kepada PLN sebagai BUMN yang mempunyai amanat dalam penyediaan listrik nasional. Saat ini, terdapat reserve margin cukup besar yang dapat dimanfaatkan untuk kompor induksi. Kami berpendapat bahwa belanja LPG saat ini di pasar internasional untuk memenuhi kebutuhan energi domestic, akan jauh lebih baik dibelanjakan di pasar dalam negeri, yaitu dengan membeli listrik dari PLN.

Dalam penutupannya, Djoko Siswanto menyampaikan bahwa inisiasi ini merupakan salah satu upaya intervensi yang dimulai dari pegawai di lingkungan Dewan Energi Nasional. Untuk itu, marilah bersama-sama berkontribusi untuk implementasi program transisi energi melalui praktek di dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita di sini tidak hanya sebagai policy makers, namun juga sebagai praktisi dan sekaligus Agen Perubahan di bidang energi untuk Indonesia yang lebih baik lagi. (Teks: AM, Grafis: CT).

Bagikan berita ini


© 2016 - 2021 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.