DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

IPCC Working Group III; Uraian Singkat Laporan Potensi Energi Terbarukan

15 Mei 2011 Berita

Hampir 80% pasokan energi dunia dapat dipenuhi oleh energi terbarukan pada pertengahan abad ini (2050) jika didukung oleh kebijakan publik yang tepat, demikian laporan dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC).

Temuan ini, yang disusun oleh lebih dari 120 peneliti yang bekerja dalam wadah IPCC, juga mengindikasikan bahwa meningkatnya penetrasi energi terbarukan dapat menurunkan gas rumah kaca kumulatif setara dengan 220-560 Gigaton karbon dioksida (GtC02eq) antara 2010 dan 2050.


Temuan-temuan ini, yang diluncurkan 9 Mei 2011, setelah disetujui oleh negara-negara anggota IPCC di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, terangkum dalam ringkasan pembuat kebijakan yakni Special Report on Renewable Energy Sources and Climate Change Mitigation (SRREN). SRREN merupakan versi pendek dari sekitar seribu halaman penilaian yang komprehensif yang disusun oleh lebih dari 120 peneliti terkemuka dari seluruh dunia untuk IPCC Working Group III.


SRREN, yang telah disetujui oleh wakil-wakil pemerintahan dari 194 negara, telah mengkaji kondisi saat ini penetrasi enam teknologi energi terbarukan, dan potensi penyebarannya dalam dekade mendatang. Keenam teknologi energi terbarukan yang ditinjau adalah:
•    Bioenergi; termasuk tanaman energi; residu hutan, residu pertanian dan residu peternakan dan biofuel generasi kedua
•    Direct solar energy; termasuk photovoltaics dan concentrating solar power
•    Energi geothermal; berdasarkan ekstraksi panas dari interior bumi
•    Hydropower; termasuk aliran sungai, arus atau proyek bendungan dengan reservoir
•    Ocean energy; mulai dari waduk hingga arus laut dan yang memanfaatkan perbedaan suhu di kedalaman laut
•    Energi angin; termasuk sistem didarat maupun lepas pantai

Dari sekian banyak skenario, 4 skenario dipilih untuk dianalisis lebih lanjut tentang kemungkinan penetrasi  energi terbarukan hingga tahun 2050, beserta implikasi lingkungan dan sosialnya.  Skenario yang paling optimis dari empat tersebut  menunjukkan, pangsa energi terbarukan mencapai  77 % dari kebutuhan energi dunia pada tahun 2050.

(Sumber: Press Release IPCC) - SM

bersambung

 
 

 
Bagikan berita ini


© 2016 - 2019 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.