DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Menilik Opsi Energi Nuklir di Indonesia

02 Juni 2021 Berita

Anggota Dewan Energi Nasional Herman Darnel Ibrahim menjadi pembicara dalam Media Briefing Energi Nuklir: The Reality Check yang dilangsungkan secara virtual pada rabu (2/6). Acara tersebut digelar oleh Yayasan Indonesia Cerah bekerja sama dengan Institue for Energy Economics and Financial Analysis. Dalam acara tersebut, Herman menekankan bahwa apa yang disampaikannya merupakan pandangan pribadi sebagai pengamat dan tidak mewakili pandangan instansi.

Beliau menyampaikan memang betul bahwa cadangan potensi tenaga nuklir di Indonesia lebih kecil dibandingkan potensi EBT. “Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dari solar cell atau tenaga matahari yang dapat memenuhi kebutuhan listrik di Indonesia”, ujarnya.

Dari data yang disajikan, proyeksi yang dilakukan hingga tahun 2050 menyebutkan bahwa energi nuklir akan menjadi mahal karena tutuntuan aspek keamanannya, sedangkan energi baru dan terbarukan akan terus semakin murah. “Investasi di tenaga nuklir sangat tinggi, dari data tersebut akan lebih apabila baik kita berinvestasi di pembangkit tenaga surya seperti PLTS Atap”, imbuhnya.

Di akhir sesi, Herman menyampaikan bahwa sesuai dengan Kebijakan Energi Nasional, nuklir adalah pilihan terakhir.
“Negeri ini akan terus tumbuh konsumsi energinya dan ini masih bisa dipenuhi dengan tenaga non nuklir”.
(Teks&Foto:CTA - MB)

Bagikan berita ini


© 2016 - 2021 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.