DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

IPCC Working Group III; Temuan-temuan utama Rangkuman untuk Para Pembuat Kebijakan

16 Mei 2011 Berita

•    Dari sekitar 300 gigawatt (GW) kapasitas pembangkit listrik baru yang dibangun secara global antara 2008 dan 2009, 140 GW berasal dari energi terbarukan.


•    Meskipun terdapat tantangan keuangan global, kapasitas energi terbarukan tumbuh pada tahun 2009 – angin tumbuh lebih dari 30 %; hydro tumbuh 3%; photovoltaics yang terhubung-grid tumbuh lebih dari 50 %, geothermal tumbuh 4% dan pemanas air dari solar tumbuh lebih dari 20 %. Produksi tahunan etanol meningkat menjadi 1,6 Exajoules (76 miliar liter) dan biodiesel tumbuh 0,6 Exajoules (17 miliar liter) pada akhir tahun 2009. Sementara itu 50 % kapasitas energi terbarukan global saat ini ada di negara-negara berkembang.


•    Sebagian besar skenario yang ditinjau memperkirakan bahwa energi terbarukan akan memberikan kontribusi menurunkan emisi karbon pada tahun 2050 daripada tenaga nuklir atau bahan bakar fosil dengan CCS-nya.


•    Potensi teknis teknologi energi terbarukan melebihi permintaan energi global


•    Berdasarkan skenario utama, kurang dari 2,5% potensi teknis yang tersedia digunakan untuk energi terbarukan - dengan kata lain lebih dari 97%  potensi teknis belum dimanfaatkan.


•    percepatan penyebaran energi terbarukan akan memunculkan tantangan teknologi dan institusional, khususnya mengintegrasikan energi terbarukan ke dalam sistem pasokan energi yang sudah ada, dan sektor pengguna akhir.


•    Menurut empat skenario utama, investasi global di sektor energi terbarukan berada di kisaran 1.360- 5.100 miliar dollar AS di tahun 2020 dan 1.490- 7.180 miliar dollar AS pada dekade 2021-2030.


•    Suatu kombinasi targeted public policies dengan investasi penelitian dan pengembangan, dapat mengurangi biaya bahan bakar dan pembiayaan untuk menurunkan biaya tambahan teknologi energi terbarukan.


•    Pembuat kebijakan publik dapat menyimpulkan berbagai pengalaman yang ada untuk merancang dan mengimplementasikan kebijakan yang paling efektif - tidak ada satu kebijakan yang cocok untuk semua isu, untuk mendorong energi terbarukan.

(Sumber: Press Release IPCC) - SM

bersambung

 

 


 
Bagikan berita ini


© 2016 - 2019 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.