DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

IPCC Working Group III; Temuan-temuan utama Teknologi Energi Terbarukan dan Potensinya

17 Mei 2011 Berita

  Bioenergi : Teknologi bioenergi dapat menghasilkan listrik, panas dan bahan bakar dari berbagai macam 'feedstock'. 

Hampir semua sistem bioenergi saat ini, termasuk biofuel cair, mengurangi emisi gas rumah kaca. 
Sistem lainnya, seperti sistem advanced conversion, misalnya mengubah limbah kayu menjadi bahan bakar cair, dapat mengurangi emisi hingga 80-90% dibanding bahan bakar fosil. 
Bioenergi, yang digunakan untuk memasak di negara-negara berkembang, saat ini mewakili lebih dari 10% pasokan energi global atau ca. 50 Exajoules per tahun. 
Pangsa bioenergi dalam bauran energi terbarukan akan menurun dalam dekade mendatang, namun dapat menyuplai 100-300 Exajoules energi pada tahun 2050.
 
Direct solar energy ; Teknologinya meliputi photovoltaics dan concentrating solar power (CSP). Yang dapat memproduksi listrik, panas dan penerangan.
Saat ini, direct solar memberikan kontribusi kecil hanya 1% dari total pasokan energi global. 
Potensi skenario penyebaran mulai dari peran marjinal energi direct solar pada tahun 2050 hingga menjadi salah satu sumber utama pasokan energi. Pengerahan aktualnya akan tergantung pada kelanjutan inovasi, pengurangan biaya dan kebijakan publik yang mendukung. 
Dalam skenario stabilisasi iklim yang paling ambisius, solar sebagai pasokan energi primer pada tahun 2050 mencapai 130 Exajoules per tahun, sebagian besar dari pembangkit listrik fotovoltaik. Dalam beberapa skenario, pangsanya dalam pembangkit listrik global mencapai  sepertiga pada tahun 2050, tetapi di skenario lainnya, tetap di bawah sepersepuluh.
 
Energi geothermal; Memanfaatkan panas yang tersimpan dalam interior bumi secara langsung (direct-use) atau untuk menghasilkan listrik, saat ini sekitar 0,7 Exajoule per tahun. 
Pada tahun 2050, penyebaran panas bumi dapat memenuhi lebih dari 3% kebutuhan listrik dunia dan sekitar 5% permintaan pemanasan (direct-use) dunia. 
Potensi teknis geothermal global adalah sebanding dengan pasokan energi primer global pada tahun 2008. Tingkat penyebarannya masih di bawah 5% baik untuk tingkat regional maupun global.
 
Hydropower; Proyek-proyek hydropower meliputi proyek-proyek pembangunan bendungan dengan reservoir, aliran sungai dan arus sungai dan mulai dari skala kecil sampai besar. 
Kapasitas terpasang pada akhir tahun 2008 memberikan kontribusi 16% pasokan listrik global, sehingga pangsa tenaga air terbesar dalam sumber energi terbarukan di sektor listrik. 
Menurut skenario jangka panjang, pangsa pembangkit listrik tenaga air dalam pasokan listrik global dapat menurun menjadi 10-14%. 
 
Ocean Energy; Teknologi beragam; menggunakan energi kinetik, thermal, dan kimia air laut. Sebagian besar masih berada pada fase demonstrasi dan proyek percontohan. 
Karena baru lahir, energi ini tidak mungkin untuk secara signifikan memberikan kontribusi dalam  pasokan energi global sebelum tahun 2020. 
Energi laut saat ini hanya diwakili di sangat sedikit skenario. Proyeksi penyebaran dapat mencapai hingga 7 Exajoules per tahun pada tahun 2050. 
 
Energi Angin aplikasi utama dalam relevansinya untuk mitigasi perubahan iklim adalah untuk menghasilkan listrik dari turbin besar yang terletak di daratan atau lepas pantai. 
Kapasitas terpasang energi angin pada akhir tahun 2009 meliputi hampir 2% kebutuhan listrik dunia. 
Temuan ini menunjukkan tingkat ekspansi yang tinggi di Eropa, Amerika Utara dan, baru-baru ini, di Cina dan India. 
Berdasarkan proyeksi permintaan dari beberapa skenario, pangsa tenaga angin global akan tumbuh lebih dari 20% pada tahun 2050.
 
(Sumber: Press Release IPCC) - SM
Bagikan berita ini


© 2016 - 2019 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.