DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

DEN Susun Peta Jalan Transisi Energi

09 Juli 2021 Berita

Jakarta, 8/7/2021. DEN menyelenggarakan focus group discusson (FGD) dengan tema Peta Jalan Transisi Energi Menuju Energi Bersih pada Sub Sektor Ketenagalistrikan, energi baru terbarukan (EBT), dan minyak bumi dan gas bumi (Migas).

Pertemuan yang dipimpin Anggota DEN Satya Widya Yudha ini bertujuan untuk memperoleh perspektif arah kebijakan para pemangku kepentingan untuk menghadapi tantangan dan strategi serta skenario pelaksanaan transisi energi yang adaptif dan realistis di Indonesia.

Satya menyampaikan penyusunan peta jalan transisi energi merupakan program kerja DEN periode 2021 – 2025 dan transisi energi dilatarbelakangi antara lain oleh tren global mengenai pembangunan energi rendah karbon dan energi bersih dan konstelasi transisi energi dengan kebijakan dan regulasi energi.

Satya melanjutkan, output pada tahun 2021 diharapkan tersedianya hasil inventarisasi skenario aksi mitigasi per sektor dan per subsektor energi hingga net zero emsission, hasil tersebut sebagai bahan komunikasi ke publik terkait skenario pemerintah.

Sedangkan, tahun 2022 tersedianya peta jalan transisi energi yang sudah menjadi dokumen resmi termasuk skenario peaking dan net zero emission serta aksi mitigasi sektor energi sebagai bahan rekomendasi DEN, tambah Satya.

Sekjen DEN Djoko Siswanto menjelaskan DEN bertugas merancang dan merumuskan kebijakan energi nasional, menetapkan rencana umum energi nasional, menetapkan langkah penanggulangan kondisi krisis dan darurat energi, mengawasi pelaksanaan kebijakan bidang energi yang bersifat lintas sektor, dan mengatur ketentuan mengenai jenis, jumlah, waktu dan lokasi cadangan penyangga energi.

Sementara, Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian LHK Laksmi Dhewanthi menyatakan interaksi dari berbagai sektor termasuk sektor energi akan sangat mempengaruhi dan sangat menentukan keberhasilan capaian Nationally Determined Contributions (NDC) secara utuh.

Mengenai summary pemodelan energi yang masih berjalan (on going) dalam mendukung skenario net zero emission nasional, bentuk policy interventionnya antara lain peaking emisi sebelum 2040 dan net zero emisi pembangkit di 2050, papar Direktur Konservasi Energi Kementerian ESDM Luh Nyoman Puspa Dewi.

Pada penutup, secara bersama-sama Anggota DEN dari Pemangku Kepentingan dan Wakil Tetap Anggota DEN dari Pemerintah merumuskan langkah lanjutan yang perlu di tindak lanjuti antara lain mengusulkan kepada Ketua Harian DEN agar Gugus Tugas Kementerian ESDM mengikutsertakan DEN dan Akademisi untuk melakukan proyeksi konsumsi energi per sektor untuk beberapa skenario pertumbahan PDB.

Selain itu, juga mengusulkan kepada Ketua Harian DEN untuk membentuk Tim Teknis dan Tim Pengarah untuk mengkoordinasikan hasil perhitungan Bappenas, Kementerian LHK, Kementerian ESDM, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pertanian, Kemendikbudristek/BRIN, dan sektor lainnya terkait net zero emission.

FGD dihadiri oleh Anggota DEN dari Pemangku Kepentingan Agus Puji Prasetyono, Musri, Herman Darnel Ibrahim, Daryatmo Mardiyanto, Eri Purnomohadi, As Natio Lasman, Yusra Khan, Wakil Tetap Anggota DEN dari Pemerintah, Kepala Biro Fasilitasi Kebijakan Energi dan Persidangan Yunus Saefulhak, Kepala Biro Umum Totoh Abdul Fatah, dan Kepala Biro Fasilitasi Penenggulangan Krisis dan Pengawasan Energi Mustika Pertiwi. (Teks: TR, Foto: OT, Editor KDW).

Bagikan berita ini


© 2016 - 2021 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.