DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

DEN Bahas Peta Jalan Transisi Energi Indonesia

16 Juli 2021 Berita

akarta, 16/7/2021. Dewan Energi Nasional (DEN) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) membahas Penyusunan Peta Jalan Transisi Energi Indonesia.

FGD dipimpin oleh Anggota DEN Satya Widya Yudha dan dihadiri oleh Anggota DEN yaitu Agus Puji Prasetyono, Musri, Herman Darnel Ibrahim, Daryatmo Mardiyanto, Eri Purnomohadi, As Natio Lasman, dan Yusra Khan, SVP Strategy & Investment, PT. Pertamina, Executive Vice President EBT, PT.PLN, Deputi Bidang Teknologi Informasi, Energi dan Material Bahan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Kemendikbud Ristek, Sekretaris Jenderal DEN, Kepala Biro Fasilitasi Kebijakan Energi dan Persidangan, Kepala Biro Fasilitasi Penanggulangan Krisis dan Pengawasan Energi dan perwakilan dari Kementerian Anggota DEN.

Saat membuka, Satya yang sebelumnya menjabat Wakil Ketua Komisi VII DPR-RI ini menyampaikan bahwa FGD bertujuan untuk memperoleh perspektif arah kebijakan para pemangku kepentingan untuk menghadapi tantangan dan strategi serta skenario pelaksanaan transisi energi yang adaptif dan realistis di Indonesia.

Lebih lanjut, Satya menyampaikan penyusunan peta jalan transisi energi merupakan program kerja DEN periode 2021 – 2025 dan transisi energi dilatarbelakangi antara lain oleh tren global mengenai pembangunan energi rendah karbon dan energi bersih dan konstelasi transisi energi dengan kebijakan dan regulasi energi. Transisi energi dilakukan dengan tetap menjaga ketahanan energi nasional yaitu dalam koridor ketahanan energi 4A Availability, Accessibility, Aacceptability dan Affordability.

Output pada tahun 2021 diharapkan tersedianya hasil inventarisasi skenario aksi mitigasi per sektor dan per subsektor energi hingga net zero emission (NZE), hasil tersebut sebagai bahan komunikasi ke publik terkait skenario pemerintah. Sedangkan, tahun 2022 tersedianya peta jalan transisi energi yang sudah menjadi dokumen resmi termasuk skenario peaking dan net zero emission serta aksi mitigasi sektor energi sebagai bahan rekomendasi DEN, tambah Satya.

Sekjen DEN Djoko Siswanto menjelaskan DEN bertugas merancang dan merumuskan kebijakan energi nasional, menetapkan rencana umum energi nasional, menetapkan langkah penanggulangan kondisi krisis dan darurat energi, mengawasi pelaksanaan kebijakan bidang energi yang bersifat lintas sektor, dan mengatur ketentuan mengenai jenis, jumlah, waktu dan lokasi cadangan penyangga energi.

SVP Strategy & Investment, PT. Pertamina, Daniel S Purba mengatakan keselarasan antara strategis bisnis pertamina dan Grand Strategi Energi Nasional adalah visi untuk meningkatkan ketahanan dan kemandirian energi. Pertamina saat ini memiliki target untuk meningkatkan produksi migas, merevitalisasi lapangan migas vital, pengembangan EOR, meningkatkan efektifitas dan efisiensi operasional melalui digitalisasi, dan akselerasi eksplorasi, Pengembangan Methanol Plant.

Executive Vice President EBT, PT.PLN, Citra Dewi mengatakan bahwa pada tahun 2060 Seluruh Pembangkit Di Indonesia Sudah Menggunakan Energi Bersih, beberapa program yang telah disiapkan antara lain Upaya retirement pembangkit fosil dimulai tahun 2030 dan secara signifikan turun jumlahnya pada 2040, mengikuti selesainya kontrak pembangkit tersebut, pembangkit nuklir akan masuk pada tahun 2040 untuk menjaga keandalan sistem seiring perkembangan teknologi nuklir semakin aman, pengembangan pembangkit EBT akan mengalami peningkatan besar-besaran mulai tahun 2028 dikarenakan kemajuan teknologi baterai yang semakin murah. Kemudian mengalami kenaikan secara eksponensial mulai tahun 2040.

Anggota DEN Musri mengapresiasi program dan strategi transisi energi kedepannya yang dilakukan oleh PT. PLN dan PT. Pertamina dan perlu adanya komitmen yang kuat untuk mengimplementasikan program terseut. Selain itu, Musri juga mengingatkan bahwa saat ini Indonesia masih sangat ketergantungan terhadap energi fossil oleh sebab itu target produksi minyak menjadi 1 juta BOPD perlu diperhatikan pula disamping program transisi energi.

Anggota DEN As Natio Lasman mengatakan sangat mengapresiasi program PT. PLN pada tahun 2060 Seluruh Pembangkit Di Indonesia Sudah Menggunakan Energi Bersih, serta sangat mendukung implementasi rencana pembangunan PLTN secepatnya. As juga mengingatkan bahwa pembangunan PLTN memerlukan waktu yang lama baik pada tahan perencanaan maupun pembangunan.

Anggota DEN Agus Puji Prasetyono mengapresiasi PT. PLN untuk membangun PLTN. Agus mengingatkan bahwa perlu adanya keseriusan serta komitmen yang kuat untuk membangun PLTN karena membutuhkan biaya investasi yang besar dan waktu yang relatif lama. Selain itu, kondisi geografis Indonesia yang berada di ring of fire juga menjadi perhatian sendiri dalam pembangunan PLTN, oleh sebab itu Agus menyarankan untuk pembangunan PLTN dibangun di Pulau Kalimantan.

Anggota DEN Yusra Khan mengatakan mengapresiasi program PT. PLN dan PT. PLN, terutama program PT. Pertamina untuk mendukung pengendalian perubahan iklim global, dimana CCUS akan menjadi salah satu inisiatif yang berdampak signifikan terhadap pengurangan karbon. Yusra mengingatkan kembali bahwa komitmen INdonesia dalam meratifikasi Paris Agreement demi menjaga kenaikan temperatur global tidak melebihi 2 derajat Celsius.

Anggota DEN Herman Darnel Ibrahim menyampaikan terkait Strategi PLN menuju Carbon Neutral 2060 bahwa seluruh pembangkit di Indonesia sudah menggunakan Energi Bersih serta untuk pembangkit berbasis EBT khususnya Energi Surya diperbesar.

Anggota DEN Daryatmo Mardiyanto menyampaikan bahwa penyusunan peta jalan transisi energi merupakan program kerja DEN periode 2021 – 2025. Selain itu, penyusunan peta jalan transisi energi merupakan salah satu strategi untuk mencapat target 23% pemanfaatan EBT sebagaimana diamanatkan dalam Perpres RUEN.

Adapun beberapa kesimpulan FGD transisi energi antara lain DEN mengharapkan adanya kolaborasi dalam menghitung NZE nasional. PT. Pertamina dan PT. PLN agar memperhitungkan kumulatif dari sub sektor migas dan sub sektor listrik dengan sub sektor lainnya untuk memperoleh perhitungan secara nasional yang lebih realistis, DEN meminta secara tertulis laporan hasil kajian PLN dan PT. Pertamina mengenai skenario peta jalan transisi energi menuju NZE hingga tahun 2060, DEN membentuk Tim untuk menindaklanjuti implementasi rencana PLN dan Pertamina menuju kepada bauran energi nasional EBT 23% tahun 2025 mencakup supply side dan demand side. (Teks: AM, MB, Grafis: MB).

Bagikan berita ini


© 2016 - 2021 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.