DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Daerah Bersaing Capai Target EBT pada Bauran Energi Daerah

17 September 2021 Berita

Bukittinggi, 17/09/2021. Dewan Energi Nasional menggelar rapat koordinasi pengawasan pencapaian Bauran Energi Daerah hingga tahun 2020 khususnya untuk wilayah Pulau Sumatera yang bertempat di PLN UP3 Bukittinggi. Rapat yang diselenggarakan secara hybrid tersebut dipimpin oleh Anggota Dewan Energi Nasional yaitu Satya Widya Yudha dan dihadiri oleh Anggota DEN lainnya antara lain Herman Darnel Ibrahim, Yusra Khan dan Musri. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Ditjen Minerba, Sujatmiko, Kepala Dinas ESDM Provinsi Sumatera Barat, Herry Martinus dan PLN UP3 Bukittinggi serta perwakilan dari masing masing Provinsi yang juga hadir melalui zoom meeting.

Rapat tersebut ditujukan untuk melihat perkembangan dan mengevaluasi pencapaian Bauran Energi Primer Daerah pada 21 Provinsi yang telah menetapkan Peraturan Daerah tentang RUED-P. Kemudian mengidentifikasi permasalahan dan tantangan daerah dalam menghitung pencapaian bauran energi daerah serta Mendorong pengembangan EBT lokal berbasis biomassa, biogas ataupun pembangkit listrik skala kecil karena tentunya akan mendukung percepatan pencapaian bauran energi primer nasional yang telah ditargetkan.

Dalam kesempatannya Kepala Dinas ESDM Prov. Sumatera Barat, Herry Martinus menuturkan bahwa potensi energi baru terbarukan di Sumatera Barat cukup besar diantaranya Energi Air yang mencapai 1.100 MW dan juga Panas Bumi 1.705 MWe yang tersebar ke 20 wilayah. “Perda Nomor 11 Tahun 2019 tentang Rencana Umum Energi Daerah menyebutkan bahwa target Bauran Energi Primer pada tahun 2025 di Sumatera Barat akan didominasi EBT sebesar 51,7% dan 70,9% pada Tahun 2050. Hingga Tahun 2020 perhitungan Bauran Energi Primer Daerah, porsi EBT di Sumatera Barat sudah melebih target didalam RUED yaitu sebesar 27,72%. Sumatera Barat siap menuju lumbung energi hijau”, ujarnya.

Disisi lain Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara, Sujatmiko memaparkan bahwa selama ini memang batubara kita masih menjadi backbone dari pembangkit listrik. “Pada saat ini kami telah mengembangkan MOMS atau Minerba Online Monitoring System yang berisikan data-data mengenai produksi dan penjualan mengenai kegiatan usaha batubara”, imbuhnya.

Diakhir, Satya menuturkan bahwa sangat mengapresiasi atas laporan Bauran Energi Daerah dan juga menerima masukan dari setiap daerah. Adapun dari pertemuan hari ini, DEN tentunya akan mendorong percepatan penyelesaian PERPRES tentang harga EBT khususnya sinkronisasi antara Kementerian Keuangan dengan KESDM terkait biaya penggantian dalam RUPTL melalui mekanisme persidangan. DEN juga mendorong KESDM untuk memberlakukan mandatori pendanaan dari Pemerintah Pusat untuk Daerah dalam pengembangan ET. “DEN juga mendorong Gubernur untuk menyampaikan laporan kepada Presiden selaku Ketua DEN terkait perkembangan capaian Bauran Energi Daerah Provinsi, terutama yang telah memiliki RUED”, pungkasnya.

Adapun porsi EBT pada bauran energi primer hingga Tahun 2020 pada masing masing Provinsi di wilayah Sumatera yang telah menetapkan Perda RUED antara lain adalah:
1. Provinsi NAD sebesar 13,28%
2. Provinsi Sumatera Barat sebesar 27,72%
3. Provinsi Sumatera Selatan sebesar 20,82%
4. Provinsi Jambi sebesar 14%
5. Provinsi Lampung sebesar 21,72%
6. Provinsi Bangka Belitung 19,72%*
7. Provinsi Bengkulu belum menyampaikan data
*Data sementara hingga Tahun 2019 (Teks&Foto: CTA)

Bagikan berita ini


© 2016 - 2021 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.