DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Kunjungan kerja DEN ke PT. Virtue Dragon Nickel Industry

25 September 2021 Berita

Kendari, 21/9/2021. Anggota DEN Satya Widya Yudha, Hermal Darnel Ibrahim, Musri dan Yusra Khan didampingi Sekjen DEN Djoko Siswanto, dan Kepala Biro Fasilitasi Kebijakan Energi dan Persidangan Yunus Saefulhak melakukan kunjungan kerja ke PT. Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI).

External Affair Manager PT. VDNI, Indrayanto yang menerima kunjungan mengucapkan terima kasih atas kehadiran DEN ke PT. VDNI. Dalam sambutannya, Indra mengatakan bahwa PT. VDNI adalah sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang smelter bijih nikel di Sulawesi Tenggara. PT. VDNI beroperasional dalam Kawasan Industri Konawe di Desa Morosi dan masuk ke dalam Objek Vital Nasional subbidang mineral dan batubara berdasarkan Kempem No.77K/90/MEM/2019 serta menjadi Proyek Strategis Nasional berdasarkan Peraturan Presiden No. 58 tahun 2017.

Indrayanto juga memaparkan mengenai proses pengolahan nikel dari awal sampai menghasilkan produk akhir Nickel Pig Iron (NPI). Bijih nikel disimpan pada stockpile. Kemudian bijih nikel tersebut dipindahkan dengan menggunakan conveyor ke rotary dryer. Rotary dryer adalah salah satu jenis mesin pengering yang secara khusus digunakan untuk mengeringkan aneka bahan padatan. Bijih nikel dimasukkan dari ujung inlet melalui screw conveyor dan dikeringkan sepanjang tabung atau drum yang berputar. Proses pengeringan dilakukan pada suhu sekitar 250 derajat Celcius dengan tujuan mengeliminasi sebagian besar air bebas yang terdapat dalam bijih nikel.

Selanjutnya, produk dari rotary dryer masuk ke dalam proses kalsinasi dengan menggunakan rotary kiln pada suhu sekitar 800-900 derajat Celcius. Rotary kiln merupakan suatu reaktor berbentuk silinder panjang, berputar, dipasang dengan sudut kemiringan tertentu yang berfungsi untuk meningkatkan temperatur nikel sampai suhu yang tinggi. Proses kalsinasi bertujuan untuk eliminasi air bebas yang tersisa dan eliminasi air kristal, pemanasan awal bijih dan reduksi sebagian besar unsur nikel dan pengontrolan terhadap reduksi besi.

Hasil proses kalsinasi kemudian dilebur di dalam electric furnace pada temperatur sekitar 1500-1600 derajat Celcius untuk menghasilkan feronikel. Hasil proses electric furnace smelting kemudian didinginkan dan dicetak sesuai dengan bentuk yang dinginkan. Hasil proses pencetakan berupa feronikel. Feronikel adalah logam paduan antara besi dan nikel, dimana kandungan nikel bervariasi dari 25-45 persen. Feronikel digunakan sebagai bahan pemadu dalam pembuatan baja. Nikel dan logam kromium merupakan unsur logam pemadu yang terdapat di dalam baja tahan karat. Juga terdapat Limbah nikel (slag) yang merupakan sejenis batuan hasil pembuangan dari pembakaran ferronikel, berwarna kelabu perak dan memiliki sifat-sifat menyerupai batu dan unsur silikat serta kapur yang terkandung didalamnya cukup tinggi.

Pada tahun 2020, PT. VDNI mengolah ore nikel sebanyak 7.28 juta ton. Saat ini kapasitas produksi mencapai 1 juta ton, sedangkan produksi baru mencapai 674 ribu ton Feronikel (FeNi). Disamping itu, untuk memenuhi kebutuhan listriknya, PT. VDNI juga membangun PLTU dengan kapasitas total sebesar 530 MW. ”Saat ini kami juga menggunakan teknologi Rotary Kiln Electric Furnace yang terdepan dan ramah lingkungan”, tambah Indrayanto.

Anggota DEN, Satya Widya Yudha mengatakan dengan mengolah bijih nikel menjadi FeNi, harganya dapat meningkatkan nilai komoditi. Selain itu, pengelolaan sumber daya nikel sampai ke proses pengolahan harus memperhatikan berbagai faktor, yaitu pasokan bijih nikel, pasokan energi harus bisa dijamin, dan kemudahan - kemudahan utama lainnya yang diperlukan oleh investor maupun calon investor yang akan membangun smelter, juga perlu adanya perhitungan kebutuhan energi untuk sampai ke produk FeNi.

Satya menambahkan agar mendorong pembangunan smelter bagi pemilik tambang sehingga integrasi dari hulu sampai hilir dapat berjalan, sedangkan untuk royalti bisa dilakukan dihilir agar tidak memberatkan investor di awal Investasi. Disamping itu, pembangunan smelter akan menambah pemasukan bagi negara, daripada mengekspor nikel hasil tambang dalam bentuk bijih. Smelter yang akan dibangun juga akan memberikan efek berantai yang positif di sektor perekonomian, dengan adanya pemasok dan industri-industri pendukung lainnya, dan pastinya meningkatkan lapangan kerja. Tantangan berikutnya produk smelter yg berbetuk Nickel Pig Iron ( NPI) dari virtu dragon ini harus ditangkap oleh industri turunanannya atau lebih hilir lagi “Selain itu, juga akan terjadi pemerataan perekonomian” pungkas Satya. (Teks: AM, Foto/Grafis: AM, Editor: YS).

Bagikan berita ini


© 2016 - 2022 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.