DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

DEN Bahas Peta Jalan Transisi Energi bersama ITB, UI, dan PLN

30 September 2021 Berita

Denpasar, 29/9/2021. Anggota DEN Satya Widya Yudha memimpin Rapat Koordinasi yang membahas mengenai penyusunan Peta Jalan Transisi Energi Indonesia. Hadir pada rapat ini Anggota DEN Agus Pudji Prasetiyono , Herman Darnel Ibrahim, Musri, As Natio Lasman, Yusra Khan, Eri Purnomohadi, Sekretaris Jenderal DEN Djoko Siswanto, Kepala Biro Fasilitasi Kebijakan Energi dan Persidangan Yunus Saefulhak, Kepala Biro Fasilitasi Penanggulangan Krisis dan Pengawasan Energi Mustika Pertiwi, perwakilan Pusat Kebijakan Keenergian ITB, LPEM UI, dan PT. PLN.

Dalam pengantarnya, Satya menjelaskan bahwa rapat koordinasi ini bertujuan untuk menyusun skenario transisi energi menuju peak emission dan Net Zero Emission (NZE). Pria yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VII DPR RI ini memaparkan komparasi data gambaran asumsi makro, indikator capaian, skenario/tahapan menuju NZE di sektor energi, sektor AFOLU, sektor IPPU, serta di sektor waste berdasarkan data dari PLN (Pembangkitan Listrik), Tim Gugus Tugas (Sektor Energi), KLHK (Skenario LCCP-LTS LCCR Indonesia), dan Bappenas. Satya mengungkapkan dekarbonisasi pembangkitan listrik yang disampaikan PLN pada tahun 2025 dengan replacement rencana PLTU dan PLTMG dengan PLT EBT baseload 1,1 GW. Pada tahun 2030 retirement PLTU subcritical tahap pertama, tahun 2035 retirement PLTU subcritical tahap kedua, tahun 2040 retirement PLTU super-critical, dan tahun 2045-2055 untuk retirement PLTU ultra super critical secara bertahap.

Lebih lanjut, Satya menjelaskan data pada Tim Gugus Tugas, pada tahun 2031 untuk retirement PLTU subcritical, tahun 2037 retirement PLTU subcritical, critical, dan sebagian super critical, dan tahun 2055 retirement semua PLTU dan PLTGU. Sedangkan data KLHK, peningkatan pemanfaatan hidro, panasbumi, tenaga surya, angin dan biomas, serta penggunaan CCS/CCUS pada hampir semua PLTU.

Satya yang merupakan lulusan Cranfield University UK ini menjelaskan data dari Bappenas bahwa semua PLTU berhenti beroperasi di tahun 2050. Ia pun memberikan catatan mengenai skenario mitigasi sektor energi versi KLHK menggunakan CCS/CCUS, dan co firing biomass untuk dekarbonisasi pembangkitan listrik. Jadwal retirement PLTU pada skenario PLN dan Tim Gugus Tugas sudah memperhitungkan lifetime operation PLTU, jelasnya.

Ari Wibowo, LPEM UI menyampaikan kajian proyeksi pertumbuhan ekonomi dan penduduk Indonesia yang disusun menggunakan metodologi pendekatan forecasting model ARIMA dan Long Term Growth Model (LTGM) World Bank dengan variabel utama yang digunakan antara lain produktivitas, modal manusia, demografi, labor force rate dan investment ratio.

Dalam pemaparannya, Ari menyampaikan hasil estimasi proyeksi PDB dan Pertumbuhan Ekonomi Nasional berdasarkan skenario moderat, hasil simulasi menunjukkan pertumbuhan ekonomi pada masa recovery pasca covid tumbuh sebesar 3,20% di 2021, 4,59% pada 2022, dan tertinggi 6,04% di 2023 lalu turun secara perlahan ke tingkat pertumbuhan normal di angka 5%. Jika asumsi peak emission terjadi pada tahun 2050, maka pertumbuhan ekonomi akan sedikit tertekan (masa transisi dari fosil ke ET).

Kepala Pusat Kebijakan Keenergian ITB Retno Gumilang memaparkan mengenai rekomendasi skenario Transisi Energi menuju NZE. Ia menyampaikan bahwa ITB menyesuaikan data dari LPEM UI dengan mengikuti tren ekonomi yang ada akibat dari pandemi saat ini.

Satya menutup rapat koordinasi ini dengan menyampaikan beberapa kesimpulan antara lain asumsi pertumbuhan ekonomi dan penduduk sampai dengan tahun 2045 menggunakan data Bappenas dan setelah 2045 menggunakan asumsi LPEM UI. Rencana tindak lanjut ke depan, akan dilakukan pendalaman asumsi dan skenario oleh Tim Teknis dengan melibatkan LPEM UI dan Pusat Kebijakan Keenergian ITB, untuk memformulasikan bahan skenario transisi energi DEN, Pungkas Satya. (Teks: MB, Infografis: CTA, Foto: OT).

Bagikan berita ini


© 2016 - 2022 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.