DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

DEN Dalam Pengembangan Sektor Energi di Indonesia

13 Oktober 2021 Berita

Bogor, 12 Oktober 2021. Dewan Energi Nasional (DEN) menyelenggarakan rapat dengan seluruh perwakilan Diplomatik dan organisasi internasional secara tatap muka dan virtual. Tujuan dari rapat ini adalah untuk memperkenalkan dan mendiseminasi informasi kepada perwakilan Diplomatik dan organisasi internasional di Jakarta mengenai tugas, fungsi, dan peran dari DEN dalam pengembangan sektor energi Indonesia.

Rapat dipimpin oleh Anggota DEN Yusra Khan dan dihadiri oleh Anggota DEN Agus Puji Prasetyono, Musri, Satya Widya Yudha, Herman Darnel Ibrahim,  Daryatmo Mardiyanto, As Natio Lasman, Sekretaris Jenderal DEN Djoko Siswanto, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri, Kepala Biro Fasilitasi Kebijakan Energi dan Persidangan Yunus Saefulhak, Kepala Biro Fasilitasi Penanggulangan Krisis dan Pengawasan Energi Mustika Pertiwi, perwakilan Diplomatik dan 10 organisasi internasional yang berlokasi di Jakarta.

Pertemuan secara virtual dihadiri oleh 15 Duta Besar negara sahabat dari negara Venezuela, Kuwait, Guatemala, Zimbabwe, Serbia, Fiji, Chili, Argentina, Yunani, Filipina, Bangladesh, Kolombia, Mauritania, Yaman, Ekuador.

Pada kesempatan ini, perwakilan Diplomatik juga hadir secara virtual diantaranya yaitu dari negara Australia, Azerbaijan, Bangladesh, Brunei Darussalam, Filipina, Jepang, Iran, Korea Selatan, Kuwait, Myanmar, Palestina, Oman, Singapura, Sri Lanka, Syria, Thailand, Turki, Vietnam, Qatar, Yordania, Argentina, Guatemala, Kosta Rika, Meksiko, Peru, Suriname, Uruguay, Venezuela, Denmark, Jerman, Rusia, Selandia Baru, Afrika Selatan, Mesir, Kerajaan Maroko, Mozambik, Nigeria, Somalia, dan Zimbabwe.

Yusra Khan dalam pembukaannya menyampaikan salam hormat dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh perwakilan Diplomatik dan organisasi internasional di Jakarta. Yusra juga menjelaskan tentang Rencana Umum Energi Nasional (RUEN). RUEN adalah kebijakan pemerintah pusat mengenai rencana pengelolaan energi tingkat nasional yang merupakan penjabaran dan rencana pelaksanaan Kebijakan Energi Nasional (KEN) yang bersifat lintas sektor untuk mencapai sasaran KEN.

Lebih lanjut, Yusra mengungkapkan Rencana Strategis (Renstra) DEN periode 2020 sampai dengan 2025. Pengembangan dan pemanfaatan energi mengarah pada pemanfaatan teknologi rendah karbon. Penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) akan terus ditingkatkan dan penggunaan kendaraan listrik mulai berkembang. Perencanaan target Bauran Energi Nasional telah ditetapkan di dalam RUEN. Daerah menyesuaikannya melalui Rencana Umum Energi Daerah (RUED).

Secara nasional capaian Bauran Energi masih jauh dari target. Berbagai hal yang perlu diperhatikan adalah konsistensi antara perencanaan dengan realisasinya. Hal ini dipengaruhi pula dengan adanya kondisi pandemi Covid-19. Kedepan, kewajiban Indonesia untuk menurunkan emisi gas rumah kaca harus mendapat perhatian yang sungguh-sungguh, tambah Yusra.

Sekretaris Jenderal DEN Djoko Siswanto menjelaskan tentang struktur organisasi DEN. Ketua DEN adalah Presiden. Ketua Harian DEN adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Anggota DEN ada 15 orang, yaitu 7 orang Menteri (Menteri Keuangan, Menteri Perencanaan Pembangunan, Menteri Perhubungan, Menteri Perindustrian, Menteri Pertanian, Menteri Dikbud Ristek serta Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup) dan 8 orang pemangku kepentingan dari sektor energi yang mewakili kalangan akademisi, industri, konsumen, teknologi serta lingkungan hidup. Djoko juga menyampaikan tugas dan wewenang DEN, tugas dan fungsi Sekretariat Jenderal (Setjen) DEN serta landasan hukum dari DEN.

Anggota DEN Satya Widya Yudha menyampaikan komitmen Indonesia untuk mengatasi perubahan iklim. “Indonesia akan terus berupaya mengatasi isu-isu terkait akses energi, teknologi cerdas dan bersih, dan pembiayaan di sektor energi sebagai langkah-langkah dalam mendukung pencapaian target Paris Agreement”, ujar Satya.

Grand Strategy Energi Nasional (GSEN) merupakan draft strategi percepatan infrastruktur energi jangka menengah yang saat ini sedang disusun oleh DEN dan Kementerian ESDM untuk mengantisipasi adanya perubahan lingkungan strategis global dan nasional, upaya mencapai target EBT 23 persen di 2025, dan pengendalian impor minyak/BBM/LPG.

Pria lulusan Cranfield University, UK ini menegaskan harus ada perubahan paradigma yang menjadikan energi sebagai modal pembangunan. Tersedianya sumber energi dari dalam negeri adalah untuk pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri dan pemenuhan kebutuhan bahan baku industri dalam negeri. Pemanfaatan energi juga harus dioptimalkan untuk pembangunan ekonomi nasional, penciptaan nilai tambah di dalam negeri, dan penyerapan tenaga kerja.

Masih banyak potensi EBT di Indonesia yang belum dikembangkan. Sebagian besar pemanfaatan EBT berasal dari energi hidro, panas bumi, dan bioenergi. Namun, Indonesia tetap optimis Bauran Energi Nasional akan tercapai 23 persen di tahun 2025.

Anggota DEN Herman Darnel Ibrahim menyampaikan untuk mencapai target Net Zero Emission (NZE) cukup berat, perlu mencapai komposisi 10 persen energi fosil dan 90 persen EBT. Akan tetapi kebijakan yang disusun tidak boleh terlalu ambisius, melainkan dilakukan dengan memanfaatkan EBT semaksimal mungkin. (Teks: MM, Foto: OT, Editor: KDW)

Bagikan berita ini


© 2016 - 2021 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.