DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Menilik Krisis Energi di Eropa, Indonesia Perkuat Ketahanan Energi

07 November 2021 Berita

Jakarta, 6/11/2021. Djoko Siswanto, Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) menjadi narasumber dalam acara let’s talk yang diselenggarakan oleh Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia Komisariat Saudi Arabia (IATMI KSA) yang diselenggarakan secara daring dengan tema membangun ketangguhan energi di Indonesia. Acara tersebut juga membedah krisis energi yang terjadi di Eropa dan Inggris serta bagaimana pengaruhnya di Indonesia.

Dalam pembukaannya, pria yang akrab dipanggil Djoksis tersebut mengungkapkan bahwa memang pada saat ini di Inggris dan Eropa sedang terjadi krisis energi, namun kita patut bersyukur karena di Indonesia belum terjadi dampak yang signifikan. “Alhamdulillah sesuai pepatah yang sudah ada sejak dulu yaitu sedia payung sebelum hujan, ini yang harus dijaga. Namun apabila memang terjadi krisis energi di Indonesia, kita sudah punya payung hukum yang kuat untuk menanggulanginya”, ujarnya.

Setjen DEN telah melakukan penilaian ketahanan energi nasional secara berkala sejak tahun 2014 dan hasilnya menunjukkan tren positif. Beberapa aspek yang mempengaruhi Ketahanan Energi Nasional adalah ketersediaan energi (availability), kemudahan akses (accessibility), harga yang terjangkau (affordability) dan ramah lingkungan (acceptability). Djoko Siswanto menjelaskan bahwa perhitungan Indeks Ketahanan Energi Nasional yang telah dilakukan dengan menggunakan metodologi analisa hirarci process dan didapatkan angka terakhir pada tahun 2019 sebesar 6,57 dengan kategori Tahan.

Diakhir, Djoksis menyinggung tentang Grand Startegi Energi Nasional (GSEN) yang dari hasil pembahasannya muncul beberapa tantangan dalam pengelolaan energi di Indonesia kedepannya antara lain demand energi yang akan terus meningkat dan kapasitas pasokan energi yang masih terbatas. “Tentunya demi menghadapi tantangan tersebut, diperlukan solusi atau program strategis yang terbagi kedalam 14 program yang tertuang dalam GSEN”, pungkasnya.
(Teks: CTA, editor: KDW, Grafis: OT)

Bagikan berita ini


© 2016 - 2022 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.