DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Synergizing Oil and Gas Sectors & RE in Competitiveness Towards the Energy Transition

08 November 2021 Berita

Jakarta, 7/11/2021. Anggota DEN As Natio Lasman menjadi pembicara dalam acara OCEANO 2021 (Ocean Engineering Exhibition and Competition) dengan tema “Synergizing Oil and Gas Sectors and Renewable Energy in Competitiveness Towards the Energy Transition” yang merupakan Big Event Departemen Teknik Kelautan, Fakultas Teknologi Kelautan, Institut Teknologi Sepuluh November.

Tujuan dari webinar ini adalah mengetahui serta berdiskusi dua arah mengenai rencana dan arah kebijakan sektor energi di Indonesia. Saat ini, Indonesia memiliki target Energi Baru dan Terbarukan (EBT) sebesar 23% pada bauran energi nasional pada tahun 2025, Dengan adanya target tersebut, Indonesia saat ini sedang melakukan berbagai upaya yang jelas menuju sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Namun, untuk mentransisi energi fosil ke energi bersih ada beberapa hal yang menjadi kendala pengembangan Energi Terbarukan.

Anggota DEN, As Natio Lasman dalam paparannya mengatakan bahwa saat ini pemanfaatan EBT masih rendah baru sebesar 11.2% pada tahun 2020, sedangkan target 23% di tahun 2025 dan 31% di tahun 2050. Sebab itu, perlu adanya akselerasi upaya percepatan pemanfaatan EBT di Indonesia untuk mengejar dan mencapai target yang telah di amanatkan dalam PP No. 79/2014 tentang KEN. Disamping itu, As Natio Lasman juga mengatakan bahwa saat ini Pemerintah juga sedang mengimplementasikan Grand Strategi Energi Nasional (GSEN), dimana GSEN diharapkan menjadi strategi untuk mengakselerasi pemanfaatan EBT. GSEN memiliki visi yaitu terwujudnya bauran energi nasional berdasarkan prinsip keadilan, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan guna terciptanya ketahanan, kemandirian dan kedaulatan energi, GSEN juga memiliki solusi/program strategis untuk menjawab permasalahan keenergian di Indonesia.

Dalam penutupannya As Natio Lasman menyimpulkan beberapa hal pertama target EBT sebesar 23% pada tahun 2025 sesuai dengan target Bauran Energi Nasional kiranya masih perlu upaya lebih, mengingat pertumbuhan ekonomi bergerak stagnan pada kisaran 5% pada setiap tahunnya, dan diperparah dengan kondisi pandemi Covid-19. Kedua transisi dari energi fosil ke EBT merupakan kunci penting untuk menekan kenaikan emisi GRK. Ketiga EBT perlu ditingkatkan, baik dari tenaga matahari, mikrohidro, angin, energi kelautan, biofuel, hydrogen untuk fuel cell, hingga tenaga nuklir. Keempat ketergantungan pembangkitan energi listrik dari batubara di Indonesia masih dominan, untuk itu pemanfaatan clean coal technology perlu diterapkan sehingga dapat menekan kontribusinya terhadap GRK.Proses transformasi energi ke teknologi energi bersih perlu mendapat perhatian lebih sehingga Net Zero (Carbon) Emission dapat dicapai. (Teks: AM, Grafis: MB)

Bagikan berita ini


© 2016 - 2022 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.