DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

FGD Strategi Optimalisasi Pengembangan Panas Bumi & Pembangunan PLTP Merah Putih

19 November 2021 Berita

Kamojang, 19/11/2021. DEN menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) Strategi Optimalisasi Pengembangan Panas Bumi dan Pembangunan PLTP Merah Putih di Kantor PT. PGE Area Kamojang yang dihadiri oleh Anggota DEN dari Pemangku Kepentingan, Anggota DEN perwakilan dari Pemerintah, Sekjen DEN Djoko Siswanto, Kepala Biro Fasilitasi Kebijakan Energi dan Persidangan Yunus Saefulhak, Dirut PGE Ahmad Yuniarso, Direktur Aneka EBT Ditjen EBTKE Harris Yahya, Direktur Sumber Daya Energi, Mineral dan Pertambangan Bappenas Yahya Hidayat, Ketua Assosiasi Panas Bumi Indonesia Prijandaru Effendi, Perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional, Perwakilan BPPT dan pihak terkait lainnya.

Anggota DEN Satya Widya Yudha yang bertindak sebagai pimpinan rapat menyampaikan dalam pembukaannya bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperoleh informasi terkait kondisi terkini pengelolaan panas bumi dan proyek PLTP 3 MW di Kamojang dan mendapatkan masukan /tanggapan kesiapan badan usaha mendukung rencana optimalisasi pemanfaatan panas bumi untuk mencapai target RUEN sebesar 7.2 GW dan 23% dalam bauran energi primer di tahun 2050 serta meningkatkan kontribusi EBT dalam transisi energi menuju net zero emission di tahun 2060.
Dijelaskan oleh Satya terkait program pengembangan PLTP disebutkan realisasi PLTP sebesar 2.1 GW. Untuk mencapai target 2025 tambahan kapasitas sebesar 5.1 GW dan upaya pemerintah dalam pengembangan panas bumi salah satunya adalah melakukan terobosan dalam pendanaan untuk pengembangan panas bumi, baik melalui pendanaan Program Government Drilling, Pembiayaan Infrastruktur Sektor Panas Bumi (PSIP) dan Geothermal Resource Risk Mitigation Project (GREM).

Sekretaris Jenderal DEN, Djoko Siswanto pada kesempatan ini menjelaskan tentang kelembagaan DEN. DEN sebagai suatu lembaga yang bersifat nasional, mandiri, dan tetap, bertanggungjawab atas Kebijakan Energi Nasional. diketuai oleh Presiden dengan Ketua Harian DEN yaitu Menteri ESDM serta mempunyai 15 Anggota yang terdiri dari 7 anggota DEN dari Pemerintah dan 8 anggota DEN dari Pemangku Kepentingan.

Ketua Asosiasi Panas Bumi Indonesia Prijandaru Effendi menyampaikan tekait potensi dan solusi pengembangan panas bumi di indonesia, dijelaskan bahwa potensi sumberdaya yang sangat besar dengan ambisi pemerintah untuk menambah besaran kapasitas terpasang guna memenuhi target NZE di tahun 2060 dan dibutuhkan biaya investasi yang sangat besar untuk mengembangkan sumber daya panas bumi ini. Sebagian besar investasi ini akan berasal dari investor swasta dengan menghadirkan peluang investasi yang sangat besar tentunya.
Ditambahkan oleh beliau bahwa tantangan utama dalam hal pengembangan panas bumi adalah terkait keekonomian yaitu modal besar di awal dan resiko di dalam pengembangan lapangan terutama saat melakukan eksplorasi, imbuhnya.

Direktur Utama PT. PGE Ahmad Yuniarso menyampaikan paparannya bahwa PGE mengelola 15 wilayah kerja panas bumi dengan kapasitas terpasang 672 MW dari Own Operation dan Joint Operating Contract sebesar 1.205 MW. dijelaskan pula tentang manajemen resiko dan biaya yang cermat selama pengembangan dan proyek dapat mendorong nilai keekonomian untuk geothermal.

Dalam kesimpulan FGD ini Satya menyampaikan bahwa DEN akan mengadakan pertemuan lanjutan dengan para pemangku kepentingan di bidang panas bumi dengan topik mengenai supply chain pembangunan PLTP mulai dari sisi hulu hingga hilir. Badan Usaha diharapkan dapat menyiapkan pemetaan supply chain dan alternatif solusi untuk mempercepat pengembangan ekosistem PLTP secara terintegrasi serta adanya hambatan terkait pemanfaatan air permukaan sebagaimana aturan dalam pasal 33 UU No. 17 tahun 2019 tentang Sumber Daya Air. Berdasarkan kesepakatan antara kementerian ESDM dengan kementerian PUPR akan ada PP turunannya yang mengatur pemanfaatan air permukaan khusus untuk PLTP di kawasan konservasi. (teks: MB/foto: CTA/Editor: KDW)

Bagikan berita ini


© 2016 - 2021 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.