DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

After COP26 The Roles of Climate Governance in Achieving NDC and NZE Targets

19 November 2021 Berita

Jakarta, 19/11/2021. Anggota DEN, Herman Darnel Ibrahim menjadi pembicara dalam webinar dengan tema After COP26: The Roles of Climate Governance in Achieving Nationally Determined Contributions and Net Zero Emissions Targets of the Energy Sector in Indonesia yang diselenggarakan oleh ITB.

Anggota DEN, Herman Darnel Ibrahim yang akrab disapa HDI memaparkan mengenai Kebijakan Energi Nasional (KEN) pencapaian NDC dan skenario transisi energi menuju net zero emission. Dalam paparannya, HDI menjelaskan bahwa visi pengelolaan energi nasional adalah mewujudkan pengelolaan energi yang berkeadilan, berkelanjutan dan berwawasan lingkungan dengan memprioritaskan pengembangan energi terbarukan dan konservasi energi dalam rangka kemandirian dan ketahanan energi nasional, sedangkan tujuan dari pengelolaan energi antara lain: tercapainya kemandirian pengelolaan energi, terjaminnya ketersediaan energi dalam negeri, terjaminnya pengelolaan sumber daya energi secara optimal, terpadu dan berkelanjutan, dan sebagainya. Kedepannya perlu ada penyesuaian ataupun pembaruan regulasi sektor energi melihat perkembangan situasi kondisi dalam ataupun diluar negeri, salah satunya ialah memasukan program tentang target NDC dan transisi energi menuju NZE dalam regulasi sektor energi.

Disamping itu, HDI juga mengingatkan bahwa target pemanfaatan EBT sebesar 23% pada tahun 2025 menjadi perhatian oleh Pemerintah dan Stakeholders terkait, perlu adanya akselerasi percepatan dalam hal mendorong program EBT di Indonesia. Beberapa langkah strategis untuk mendorong program transisi energi, antara lain yaitu konservasi dan efisiensi energi dalam segala aktivitas di semua sektor; mulai dari tata ruang, perencanaan wilayah dan kota (smart city), smart building dan sustainability program (ESG) pada perusahaan di Indonesia.

Adapun beberapa skenario transisi energi yang diperkirakan HDI terjadi ialah transisi konsumsi non listrik (fosil) di berbagai sektor menjadi konsumsi listrik (listriknya nanti dari sumber ET), transisi dari penyediaan energi dari berbasis energi fosil menjadi berbasis Energi Terbarukan dan Energi Bersih (EB).

Advisory Board Member of SNAPFI Team-Climate Change Center-Institut Teknologi Bandung, Andang Bachtiar juga menjadi salah satu pembicara dalam acara ini dengan menjelaskan mengenai fakta dan tantangan di sektor energi dalam mencapai target NDC dan NZE dimana salah satu faktanya yaitu ketidakcocokan antara sumber daya dengan bauran energi yang dimiliki Indonesia, yakni Indonesia memiliki gas lebih banyak dari minyak, tetapi Indonesia lebih banyak menggunakan minyak daripada gas. Dengan begitu bauran energi di Indonesia harus dirubah, terutama untuk energi fosil dengan cara beralih ke gas daripada minyak.

Dalam penutupannya, HDI mengatakan bahwa transisi energi dilakukan dengan tetap menjaga Ketahanan Energi Nasional yaitu dalam koridor Ketahanan Energi 4A: availability, accessability, affordability, dan acceptability. Peranan energi fosil masih cukup besar sampai tahun 2050, dan jika aplikasi teknologi CCUS berhasil dilakukan, akan terus berlanjut sesudah 2050 (Keberhasilan CCUS akan mempertahankan keberadaan batubara). “Yang cukup realistis untuk mencapai NZE adalah tahun 2070. Ini juga tidak akan semudah yang dibayangkan, karena masih harus menyediakan energi (listrik) dari sumber ET yang sangat besar secara eksponensial”, tutup HDI. (Teks: AM, RAD, Grafis: OT, Editor: KDW)

Bagikan berita ini


© 2016 - 2021 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.