DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Transisi Energi & Road Map Zero Emission

22 November 2021 Berita

Jakarta, 22/11/2021. Anggota DEN, Satya Widya Yudha menjadi pembicara dalam webinar dengan tema “Transisi Energi & Road Map Zero Emission” yang diselenggarakan oleh Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI).

Ketua IAGI, M. Burhannudin dalam pembukaannya mengatakan bahwa isu transisi energi kedepannya merupakan hal yang menarik yang akan selalu dibahas baik didalam negeri maupun oleh negara lain, sebab itu tujuan dari webinar hari ini adalah untuk mengetahui perkembangan serta road map transisi energi di Indonesia kedepannya. “Pemerintah dan stakeholders lainnya perlu berkomitmen untuk mencapai target-target dalam roadmap transisi energi Indonesia.” pungkas Burhannudin.

Anggota DEN, Satya Widya Yudha memaparkan mengenai transisi energi dan road map zero emission, dalam pembukaannya Satya mengatakan perlu adanya keseragaman definisi mengenai Net Zero Emission (NZE), NZE ialah kondisi tercapainya keseimbangan jumlah emisi karbon yang dihasilkan dengan jumlah yang mampu diserap oleh lingkungan dan atmosfir. Regulasi mengenai transisi energi secara umum diatur dalam PP KEN dan Perpres RUEN, namun kedepannya perlu diatur secara detail dengan menyesuaikan kondisi salah satunya memperbarui perhitungan pertumbuhan ekonomi.

Disamping itu, mengenai tren global dan nasional dengan pembangunan rendah karbon dan energi bersih. Satya menjelaskan bahwa komitmen Pemerintah untuk menjaga kenaikan temperature bumi 1.5 derajat celcius, tidak melebihi 2 derajat celcius sangat jelas, beberapa arahan Presiden dalam COP 26 Climate Change Summit di Glasgow antara lain: pengembangan ekosistem mobil listrik, pembangunan pembangkit listrik tenaga surya terbesar di Asia Tenggara, penggunaan energi baru terbarukan termasuk biofuel, serta pengembangan industri berbasis energi bersih termasuk pembangunan salah satu kawasan industri hijau terbesar di dunia, di Kalimantan Utara.

Satya juga mengatakan bahwa saat ini sektor energi merupakan sektor penyumbang emisi terbesar di Indonesia, oleh sebab itu perlu adanya strategi dalam mengurangi emisi dan mendorong ET kedepannya, antara lain: mempercepat peningkatan teknologi inovatif, melaksanakan rencana aksi mitigasi di sektor energi dengan target penurunan emisi GRK sebesar 314,03 juta ton CO2 di 2030 dan menetapkan & implementasi kebijakan dan regulasi (RUU EBT, RPerpres Harga Pembelian Listrik dari Pembangkit Berbasis EBT oleh PT. PLN, UU Nomor 27 Tahun 2021 terkait pajak karbon, Perpres Nomor 98 Tahun 2021 terkait Nilai Ekonomi Karbon).

Satya yang merupakan lulusan Cranfield University UK ini menambahkan bahwa strategi transisi energi rendah karbon dilakukan melalui energi fosil dengan menerapkan teknologi bersih, percepatan pengembangan energi baru terbarukan dengan kendaraan listrik dan hidrogen, dan pengembangan smartgrid serta smart energi dengan konservasi energi. Disamping itu, kedepannya dalam hal penggunaan energi perlu dikembangkan teknologi ramah lingkungan dengan teknologi carbon capture (minyak dan gas bumi), sedangkan pada batubara dengan coal gasification dan coal liquefaction. Dalam penutupannya, Satya mengatakan bahwa tujuan dari transisi energi adalah mewujudkan kemandirian energi nasional dan ketahanan energi nasional, pembangunan yang berkelanjutan serta pembangunan rendah karbon dan ketahanan iklim. (Teks: AM & OT, Grafis: OT)

Bagikan berita ini


© 2016 - 2021 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.