DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

The 10th Indonesia EBTKE ConEx 2021 Strategi Menuju Net Zero Emission

24 November 2021 Berita

Jakarta, 24/11/2021. Anggota DEN Herman Darnel Ibrahim menjadi moderator acara The 10th Indonesia EBTKE ConEx 2021 pada plenary session 4 dengan tema Investment Forum. The 10th Indonesia EBTKE ConEx 2021 berlangsung dari tanggal 22 sampai dengan 27 November 2021 secara virtual.

Dalam pembukaan plenary session 4, Herman Darnel Ibrahim menyampaikan bahwa Indonesia mulai waktu dekat ini sampai dengan tahun 2025 atau bahkan tahun 2040 membutuhkan investasi-investasi penyediaan listrik dari pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT). “Tentu diperlukan investasi yang sangat besar setidaknya sektor pembangkit listrik mencapai 900 sampai dengan 1000 milyar US Dollar. Sedangkan secara bussines as usual (BaU) sekitar 700 milyar US dollar”, ujarnya.

Selanjutnya, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Nani Hendiarti dalam investment remark menyampaikan hasil keputusan COP26 Glasgow, yaitu menjaga kenaikan suhu permukaan bumi tidak lebih 1,5 derajat Celcius, melakukan phase down untuk PLTU batubara dan phase out untuk subsidi fosil, menambahkan 2 kali lipat pendanaan adaptasi perubahan iklim serta menambah pledge CH4 selain CO2.

Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Perumusan Kebijakan Fiskal dan Makroekonomi Masyita Crystallin menyampaikan saat ini pemerintah Indonesia berkomitmen akan melakukan transisi energi dan berupaya mendapatkan bantuan dari negara maju dalam bentuk pinjaman, investasi, dan lain-lain. “Upaya komitmen transisi energi juga sedang dibantu dan difasilitasi oleh Asian Development Bank dan World Bank yang saat ini sedang melakukan kajian dari segala aspek”, tambahnya.

Direktur Perencanaan Industri Manufaktur Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Alma Karma menyampaikan BKPM mendukung transisi energi dengan memberikan beberapa upaya, yaitu perubahan pada proses perizinan menjadi perizinan berbasis risiko, insentif pajak dan perbaikan iklim untuk investasi EBT, rancangan Peraturan Presiden (Perpres) pembelian tenaga listrik EBT yang diharapkan dapat meningkatkan minat investor serta meningkatkan daya tarik dalam pengembangan EBT di Indonesia, program Renewable Energy Based Industrial Development (REBID) yang bertujuan untuk memanfaatkan EBT skala besar serta menyediakan data dan informasi mengenai peluang investasi yang dibutuhkan oleh investor.

Development Director British Embassy Jakarta Amanda McLoughin OBE menyampaikan sebagai amanat Paris Agreement dan COP26 Glasgow bahwa aksi mitigasi negara berkembang yang lebih ambisius harus dibantu oleh negara maju. Oleh karena itu, British Embassy akan mendukung upaya-upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam mencapai target net zero emission pada tahun 2060.

CEO PT Pertamina Power Indonesia Dannif Danusaputro menyampaikan strategi Pertamina kedepan dalam mencapai net zero emission adalah kemitraan strategis untuk teknologi dan penelitian, proses bisnis yang terintegrasi dan efisien, kebijakan internal, sumber daya manusia terbaik, investasi berkelanjutan, dan green financing.

Vice President of Bio Energy PLN Anita Puspita Sari menyampaikan PLN berkomitmen dalam mendukung pemerintah Indonesia untuk mewujudkan pengurangan emisi karbon melalui transisi energi ke energi terbarukan, shifting dari energi berbasis impor ke energi dalam negeri serta mengganti PLTU pada tahun 2056 dengan melakukan retirement bertahap. (Teks: MM, Infografis: MB, Editor: KDW)

Bagikan berita ini


© 2016 - 2021 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.