DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Review KEN Untuk Mendukung Skenario Transisi Energi Menuju Net Zero Emission

26 November 2021 Berita

Jakarta 26/11/2022. Anggota DEN Herman Darnel menjadi salah satu pembicara dalam acara The 10th Indonesia EBTKE ConEx 2021 pada plenary session 6 dengan judul Review of National Energy Policy (KEN) to Support Energy Transisition Scenario Towards Net Zero Emmision (NZE) yang diselenggarakamn oleh METI secara daring.

Anggota DEN, Herman Darnel Ibrahim yang akrab disapa HDI memaparkan mengenai tinjauan KEN dalam mendukung skenario transisi energi dalam mendukung NZE, beliau menjelaskan mengapa perlu merevisi KEN, yang pertama karena ternyata realisasi daripada pasokan listrik, energi final, dan energi utama jauh dibawah yang sekarang terdapat di KEN maupun RUEN dan juga kebijakan energi di dalam PP 79/2014 belum memasukan transisi energi menuju NZE, jadi mutlak DEN akan mereview KEN yang sudah dimulai saat ini dan target akan selesai tahun 2022. “Dan isi utamanya adalah tentang transisi energi yang merupakan cita-cita bersama dunia dan Indonesia”, tambah Herman.

Disamping itu HDI menyebutkan mengenai program utama untuk mendukung transisi energi antara lain yaitu konservasi dan efisiensi energi dalam segala aktivitas di semua sektor; mulai dari tata ruang, perencanaan wilayah dan kota (smart city), smart building dan sustainability program (ESG) pada perusahaan atau organisasi yang mendorong pada low carbon dan karbon netral, kemudian di sektor transportasi berubah dari BBM menjadi listrik atau sebagian biofuel untuk kendaraan berat.

Adapun beberapa skenario transisi energi yang diperkirakan HDI terjadi ialah transisi konsumsi non listrik (fosil) di berbagai sektor menjadi konsumsi listrik (listriknya nanti dari sumber ET), transisi dari penyediaan energi dari berbasis energi fosil menjadi berbasis Energi Terbarukan dan Energi Bersih (EB) dan penggunaan batubara akan dikurangi dan dalam jangka panjang akan di phase out.

Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Teknik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Agus Haryono menyampaikan target peta jalan nasional menuju net zero emission. Dimulai pada tahun 2025 sebesar 23 persen, tahun 2030 26,5 persen, tahun 2035 sebesar 57 persen, tahun 2040 sebesar 66 persen, tahun 2050 sebesar 93 persen hingga pada tahun 2060 sebesar 100 persen. Energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia akan didominasi oleh Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), energi panas bumi, dan Bioenergi.

Head of Industry & CCUS Science and Innovation for Climate and Energy (SICE) Tony Allen menyampaikan industri Inggris telah melakukan berbagai inovasi terkait strategi dekarbonisasi dan diharapkan pada tahun 2060 sudah sepenuhnya menggunakan energi bersih.

Kepala Organisasi Riset Pengkajian dan Penerapan Teknologi Dadan M. Nurjaman yang diwakili oleh Cahyadi menyampaikan bahwa implementasi pemanfaatan EBT di Indonesia hingga saat ini masih jauh dari harapan. Dari total potensi sebesar 417,8 GigaWatt yang telah dimanfaatkan baru sebesar 2,5 persen saja atau setara 10,5 GigaWatt.

Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kementerian Dikbud Ristek Nizam menyampaikan untuk mendorong percepatan EBT disadari bahwa diperlukan regulasi yang mendukung. Saat ini, tengah dilakukan pembahasan beberapa regulasi yang akan melengkapi regulasi yang telah ada.

Ketua Dewan Pakar Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Rinaldy Dalimi menyampaikan sektor rumah tangga dan transportasi di Indonesia akan didominasi oleh solar cell, sektor industri akan didominasi oleh smart grid, dan sektor komersial akan didominasi oleh fuel cell.

Peneliti Madya Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Joko Tri Haryanto menyampaikan alternatif skema pembiayaan transisi energi atau Energy Transition Mechanism (ETM). Penyiapan ETM sesuai dengan rencana pembangunan energi nasional dan Nationally Determined Contributions (NDC) untuk melakukan transisi pembangkit listrik yang tinggi karbon dalam skala besar.

Senior Mining Specialist World Bank Balada Amor menegaskan bahwa World Bank hadir disemua negara atas permintaan masing-masing pemerintah untuk mendukung transisi energi yang sudah menjadi isu dunia saat ini. World Bank mendukung setiap itikad baik pemerintah Indonesia untuk bekerjasama atau melakukan partnership dalam mencapai net zero emission pada tahun 2060.

Rektor Universitas Pertamina I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja menyampaikan bahwa peran perguruan tinggi saat ini untuk mendukung transisi energi adalah tidak hanya dengan melakukan penelitian-penelitian, tetapi juga menyiapkan sumber daya manusia yang handal dan berbakat sebagai agen pembangunan bangsa dalam pengembangan EBT di Indonesia.

Di akhir HDI juga menjelaskan mengenai review tentang KEN yakni proyeksi konsumsi energi jangka panjang di mana salah satunya yaitu meninjau teknologi saat ini dan masa depan dan menggunakannya untuk memperkirakan konsumsi energi jangka panjang untuk setiap sektor energi. Lalu juga review KEN mengenai pasokan energi primer menuju NZE dimana salah satunya yaitu mereview dan memastikan potensi sumber daya primer nasional, khususnya potensi sumber daya energi terbarukan untuk mencapai NZE. (Teks: RAD, MM, Infografis: OT, Editor: KDW)

Bagikan berita ini


© 2016 - 2022 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.