DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

DEN Kunjungi Kilang Balongan, Bahas Potensi Lokasi Penyimpanan Cadangan Penyangga Energi

24 Februari 2022 Berita

Indramayu, 24/2/2022. DEN melakukan kunjungan kerja ke kilang Pertamina Refinery Unit (RU) VI Balongan, Indramayu, Jawa Barat untuk membahas potensi lokasi penyimpanan Cadangan Penyangga Energi (CPE). 

Kunjungan dihadiri oleh Anggota DEN Agus Puji Prasetyono, Musri, Satya Widya Yudha, Herman Darnel Ibrahim, Eri Purnomohadi, As Natio Lasman, Yusra Khan, Sekjen DEN Djoko Siswanto, Kepala Biro Fasilitasi Kebijakan Energi dan Persidangan Yunus Saefulhak, Kepala Biro Umum Totoh Abdul Fatah, dan diterima oleh GM Pertamina RU VI Balongan Diandoro Arifian.

Kunjungan kerja bertujuan untuk menyampaikan konsep pengaturan CPE, mendapatkan informasi pengelolaan cadangan minyak bumi dan produk kilang di kilang Balongan, dan identifikasi potensi kilangan Balongan sebagai lokasi penyimpanan CPE.

Yusra Khan menyampaikan konsep pengelolaan CPE yaitu pelaksanan pengelola CPE yaitu Menteri bertanggungjawab dalam pengelolaan CPE, pelaksanaan pengelolaan CPE dirumuskan oleh Menteri dan disampaikan dalam Sidang Anggota dan/atau Sidang Paripurna, dan pengelolaan CPE dapat mengikutsertakan BUMN, Badan Usaha dan/atau Bentuk Usaha Tetap.

Sedangkan pendanaan CPE dengan pendanaan pengelolaan CPE berasal dari APBN dan sumber lainnya yang sah dan pembinaan dan pengawasan CPE oleh DEN dan Menteri sesuai kewenangan, tambah Yusra Khan.

Herman Darnel Ibrahim menjelaskan tugas DEN yaitu merancang dan merumuskan KEN untuk ditetapkan oleh pemerintah dengan persetujuan DPR, menetapkan RUEN, menetapkan langkah penanggulangan kondisi Krisdaren, dan mengawasi pelaksanaan kebijakan bidang energi yang bersifat lintas sektor, serta mengatur tentang ketentuan mengenai jenis, jumlah, waktu dan lokasi CPE.

Satya Widya Yudha mengungkapkan Indonesia saat ini belum memiliki CPE, maka sesuai ketentuan DEN menyusun regulasi mengenai CPE. Satya pun meminta Pertamina RU VI Balongan bisa mengadopsi rancangan regulasi tersebut ke dalam SOP, sehingga dapat mulai menyiapkan tata kelola dalam rangka memitigasi potensi krisis energi dan darurat energi.

Selain itu, Djoko Siswanto menjelaskan dengan adanya kilang yang ada saat ini masih adanya impor dari luar negeri, maka untuk mengurangi impor perlu adanya pembangunan kilang baru lagi.

Musri mengungkapkan perlunya pembahasaan Rancangan Peraturan Presiden tentang CPE secara seksama dalam pemilihan jenis CPE sehingga penyiapan oleh BUMN, Badan Usaha dan/atau Bentuk Usaha Tetap bisa disiapkan.

Sedangkan Eri Purnomohadi menjelaskan dengan berubahnya paradigma pada pengelolaan badan usaha menjadi profit center, perlu diantisipasi agar tidak hanya menjadi agent of development akan tetapi juga sustainable.

Dalam kesempatan yang sama, As Natio Lasman menjelaskan penyusunan rancangan Peraturan Presiden tentang CPE ini untuk mengantisipasi keadaan darurat, di lain sisi prosperity bangsa harus terpenuhi.

Agus Puji menyampaikan pengelolaan migas dapat dilihat dari banyak hal dan wilayah sehingga dapat didapat best practice yang baik untuk ke depannya.

Sementara itu, Diandoro Arifian menyambut baik kunjungan DEN dan berharap dukungan dari DEN untuk kilang Pertamina RU VI Balongan dalam memberikan kemaslahatan bagi bangsa dan negara. (Teks/Foto: TR, Editor: DR).

Bagikan berita ini


© 2016 - 2022 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.