DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Energi Terbarukan Menuju Net Zero Emission

20 April 2022 Berita

Jakarta, 19/04/2022. Terwujudnya pengelolaan energi yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan merupakan arah Kebijakan Energi Nasional (KEN) di Indonesia dalam rangka mewujudkan kemandirian energi dan ketahanan energi nasional yang berlandaskan kedaulatan energi dan nilai ekonomi yang berkeadilan. Penggunaan energi baru terbarukan (EBT) sendiri menjadi salah satu aspek dalam prioritas pengembangan energi dalam KEN.

Dalam KEN dan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), transisi energi menuju era EBT diwujudkan melalui peningkatan persentase bauran EBT dari 11% pada tahun 2021 menjadi 23% pada tahun 2025 dan 31% pada tahun 2050. Sebaliknya, persentase bauran energi fosil diproyeksikan menurun meski kebutuhan pasokan energi primer fosil tetap meningkat. Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Pemangku Kepentingan Dewan Energi Nasional (DEN) dalam agenda Seminar Universitas Halu Oleo Sulawesi Tenggara.   

Dalam paparannya, Musri menyampaikan bahwa Indonesia dilansir memiliki potensi EBT yang berlimpah, mulai dari energi surya, hidro, bioenergi, bayu, panas bumi, hingga laut. Meski demikian, baru sebagian kecil diantaranya yang sudah dimanfaatkan. Oleh karena itu, DEN turut berkoordinasi dan melakukan pembinaan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan Rencana Umum Energi Daerah Provinsi (RUED-P) guna mengidentifikasi dan memaksimalkan pemanfaatan EBT di masing-masing wilayah.  Hingga saat ini, 23 provinsi telah menyelesaikan Perda RUED, sedangkan 11 provinsi lainnya masih dalam proses penyusunan.

Tantangan pengembangan EBT, mulai dari potensi EBT yang tersebar, keterbatasan jaringan, kebutuhan pembangkit listrik base load atau storage besar, kemampuan industri dalam negeri yang terbatas, ketidakpastian pasar, EBT tidak dapat ditransportasikan kecuali sudah menjadi listrik, serta penurunan konsumsi energi akibat pandemi. Dari segi finansial, biaya investasi awal dan bunga bank yang tinggi, serta rendahnya ketertarikan perbankan untuk berinvestasi juga menjadi kendala. Lebih lanjut, tantangan dekarbonisasi dalam pertumbuhan ekonomi yang stagnan di angka 5% tiap tahunnya mengakibatkan target EBT sebesar 23% menjadi sulit terwujud, ketergantungan Indonesia pada batu bara yang tidak sejalan dengan target penurunan emisi GRK, proses transformasi  energi dan teknologoi energi bersih masih mahal bagi negara berkembang.

Oleh karena itu, guna menggenjot pencapaian target EBT, pemerintah tengah menerapkan sejumlah strategi diantaranya mempercepat peningkatan teknologi inovatif, memobilisasi pembiayaan, menetapkan dan mengimplementasi kebijakan, melaksanakan rencana aksi mitigasi di sektor energi, serta melakukan sejumlah inisiatif penurunan emisi gas rumah kaca seperti peningkatan kendaraan listrik, penerapan CCS dan CCUS, serta zero flaring dan venting.

Dalam mendukung transisi energi menuju NZE, DEN memiliki tugas untuk mendorong target bauran energi nasional sesuai KEN dan RUEN, mengidentifikasi sumber daya energi yang ada dan mendorong konversi energi fosil ke EBT, mendorong terbitnya RPerpres Pengawasan Energi Lintas Sektor pada tahun 2022, serta mendorong aksesibilitas energi. (Teks: SL, Grafis: OT, Editor: DR)

Bagikan berita ini


© 2016 - 2022 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.