DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Rakor DEN Tentang Identifikasi Kondisi Krisis Dan/Atau Darurat Energi Periode Ramadhan-Idul Fitri

22 April 2022 Berita

Jakarta, 21/04/2022. Dewan Energi Nasional (DEN) melakukan rapat koordinasi secara daring untuk identifikasi kondisi krisis dan/ atau darurat Energi dalam upaya untuk memperoleh data dan informasi perkiraan jumlah moda transportasi baik darat, laut dan udara; kondisi pasokan dan kebutuhan BBM, LPG dan tenaga listrik untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat serta upaya melakukan antisipasi dan mitigasi krisis dan /atau darurat energi saat Ramadhan dan jelang Idul Fitri 1443 Hijriah yang akan segera tiba.

Rapat koordinasi dipimpin oleh Satya Widya Yudha, Anggota DEN Pemangku Kepentingan Industri yang menjadi Koordinator Langkah-langkah Penanggulangan Krisis dan/atau Darurat Energi, serta dihadiri oleh Anggota DEN lainnya antara lain Eri Purnomohadi, Yusra Khan, As Natio Lasman, Eri Purnomo Hadi, Musri Mawaleda, Daryatmo Mardiyanto, Agus Puji Prasetyono, Perwakilan dari Kemenkeu,  hadir pula Kepala Biro Fasilitasi Penanggulangan Krisis dan Pengawasan Energi-Setjen DEN Sujatmiko, Narasumber Saleh Abdurrahman mewakili BPH Migas, M. Haryoko Kementerian Perhubungan,  Budi Hutagaol dari Pertamina Patra Niaga, Haryanto. W.S selaku Direktur Regional PLN Jawa-Bali, serta Suroso selaku GM PLN P2B Gandul.

Satya Widya Yudha dalam sambutannya menyampaikan bahwa mekanisme identifikasi penyediaan dan kebutuhan energi untuk mengantisipasi krisis dan darurat energi, penetapan krisis dan darurat energi dan penetapan langkah-langkah penanggulangan krisis dan darurat energi telah diatur dalam Perpres Nomor 41 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penetapan dan Penanggulangan Krisis Energi dan/atau Darurat Energi. Untuk itu DEN mendorong  Kementerian /Lembaga serta Badan Usaha, termasuk Pertamina dan PLN agar melaksanakan mekanisme sesuai Perpres Nomor 41 Tahun 2016  dalam menghadapi potensi adanya krisis dan darurat BBM, LPG maupun  Tenaga Listrik.

Sementara itu, M.Haryoko menguraikan kesiapan infrastruktur dan transportasi darat, laut, udara jelang mudik lebaran 2022. Kementerian Perhubungan telah melakukan arahan Presiden untuk mobiltas mudik dengan mengantisipasi adanya lonjakan yang luar biasa dari pemudik lebaran tahun 2022  karena  ekonomi masyarakat kembali pulih, serta pelonggaran syarat perjalanan dari Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN), dan kebutuhan ritual mudik lebaran masyarakat karena tidak melakukan mudik di tahun-tahun sebelumnya. Survey yang dilakukan Litbang Kemenhub menunjukkan ada potensi peningkatan secara signifikan mobilitas masa lebaran 2022 dibandingkan Lebaran 2021 dan Nataru 2021/2022, diperkirakan  dengan potensi pergerakan nasional 31,6% (85,5 juta orang) sehingga pemerintah harus mengantisipasi isu strategis terkait energi yaitu ketersediaan stok BBM terutama untuk moda darat yang mendominasi total perjalanan pada jalur utama mudik.

Lebih lanjut, M.Haryoko mengatakan bahwa Kementerian Perhubungan telah memetakan titik kritis kemacetan dan membuat rencana operasi untuk kelancaran mobilitas dengan mengantisipasi kepadatan lalu lintas, kepadatan gerbang tol utama, kesiapan layanan konstruksi dan  drainase, pengoperasian ruas fungsional dan kesiapan layanan tempat istirahat (Rest Area), ucapnya.

Saleh Abdurrahman menjelaskan kondisi pasokan dan kebutuhan BBM pada periode Ramadhan-Idul Fitri (RAFI) tahun 2022. Saat ini Kementerian ESDM telah membentuk Posko Nasional ESDM dengan ketuanya Kepala BPH Migas. BPH Migas juga berkoordinasi dengan POLRI untuk pengamanan stok, Jasa Marga dalam pelayanan jalan TOL, Pertamina berupa SPBU siaga dan badan usaha yang lain. Prediksi kebutuhan BBM meningkat signifikan terutama jenis bensin, sedangkan kondisi stok BBM nasional maupun di regional (MOR Pertamina) secara umum dalam kondisi aman, antara lain ketahanan stok pertalite sekitar 17 hari, pertamax 33 hari dan minyak solar 19 hari.

Budi Hutagaol juga menuturkan mengenai kondisi pasokan dan kebutuhan LPG pada periode Ramadhan-Idul Fitri (RAFI) Tahun 2022. Penyaluran LPG secara umum saat ini dalam kondisi aman dan kondisi stok LPG di atas kapasitas minimum operasi, walaupun terdapat tren kenaikan penyaluran LPG PSO sekitar 1,4% serta perkiraan kenaikan volume impor sekitar 20% pada bulan Mei.

Sedangkan Suroso dalam paparannya tentang kondisi pasokan dan kebutuhan Tenaga Listrik pada periode Ramadhan-Idul Fitri (RAFI) Tahun 2022 menjelaskan daya mampu pasok listrik dalam kondisi aman dan diperkirakan beban puncak listrik akan turun sekitar 20-30% dipicu cuti bersama dan banyak industri libur, sehingga cadangan operasi akan meningkat. Secara umum sistem-sistem kelistrikan dalam kondisi normal dan stok energi primer (batubara) diatas 15 HOP, serta pasokan BBM untuk pembangkit dalam kondisi aman.

Musri Mawaleda menginformasikan bahwa di sejumlah daerah terdapat over supply BBM subsidi terutama solar, akibat disparitas harga agar diantisipasi oleh Satgas dan mobilitas penduduk saat ini trennya sudah merata ke seluruh Indonesia, tidak lagi dari kota besar ke kota kecil saja sehingga harus diantisipasi dari sektor angkutan dan penyediaan energi.

Selanjutnya Yusra Khan memberikan apresiasi atas langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Kemenhub, BPH Migas, Pertamina dan PLN, sekaligus meminta penjelasan mengenai kesiapan manpower dan simulasi yang dilakukan apabila terjadi kondisi emergency dalam mengantisipasi lonjakan pemudik lebaran tahun 2022.

Asnatio Lasman dalam rakor tersebut juga menyampaikan pandangan adanya potensi gangguan bilamana bahu jalan tol digunakan oleh kendaraan-kendaraan lain sehingga mengganggu pasokan-pasokan BBM maupun untuk kondisi emergency lainnya sehingga perlu pengaturan yang akurat.

Eri Purnomohadi juga mengatakan setelah arus mudik, akan terjadi penumpukan aktivitas masyarakat di jalur tempat wisata jadi perlu diantisipasi bottleneck di jalur keluar dan penyempitan jalan. Selain itu akan terjadi migrasi BBM ke Pertalite karena harganya paling murah. Supply di depot sudah cukup. Kendalanya adalah distribusi karena kendaraan truknya berpotensi mengalami hambatan pengiriman. Oleh karena itu, sebelum SPBU melakukan pembelian, lebih baik sudah di-stok dulu, khususnya SPBU di jalur-jalur mudik contohnya Nagrek, Pantura, Rancaekek, pintu keluar tol ujarnya memberikan masukan.

Daryatmo Mardiyanto, menyampaikan optimisme dan dukungan langkah-langkah yang telah dilakukan dalam penyediaan energi atas tradisi mudik yang pada awalnya merupakan mobilisasi bersifat kultural berkembang menjadi bersifat nasional sehingga diharapkan dapat mengatasi masalah penyediaan energi, pengendalian harga BBM dan penanganan kasus-kasus  tingkat mikro dengan baik.

Hari, dari Ditjen Anggaran menyampaikan perlunya sistem IT Supply Chain yang terintegrasi instansi yang menangani penyaluran energi serta layanan Hotline.
Wahyu Utama dari BKF juga mengatakan bahwa untuk menghindari adanya over kuota selama ini perlu pengendalian kuota dengan melihat kebutuhan pada tahun-tahun sebelumnya.

Sebagai penutup, Satya Widya Yudha  yang merupakan lulusan Cranfield University menyampaikan beberapa kesepakatan hasil rapat koordinasi tersebut antara lain perlunya melakukan koordinasi  menyangkut mudik bersama dengan pengisian BBM pada saat keberangkatan; ketersediaan akses mobil dan motor untuk antisipasi mobilitas petugas dan logistik BBM pada jalur padat kendaraan;  koordinasi antar pemangku kepentingan dengan menyediakan nomor Contact Person dari masing-masing Lembaga/Institusi baik yang digunakan untuk koodinasi internal dan yang bisa disampaikan kepada publik; diperlukan pemetaan supply-chain pada masing-masing Kementerian dan Instansi yang menangani penyaluran BBM, LPG, dan Tenaga Listrik; dan pentingnya pemutakhiran pola pengendalian kuota untuk menghindari over kuota secara terstruktur dan terukur, pungkasnya. (Teks: DR, Grafis: OT, Editor: YS)

Bagikan berita ini


© 2016 - 2022 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.