DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Refleksi Bencana Chernobyl & Opsi PLTN untuk Pelistrikan Indonesia

27 April 2022 Berita

Jakarta, 26/4/2022. Anggota DEN Herman Darnel Ibrahim menjadi keynote speaker pada webinar yang diselenggarakan oleh Program Magister Lingkungan dan Perkotaan (PMLP) Universitas Katolik Soegijapranata dengan tema Refleksi Bencana Chernobyl & Opsi PLTN untuk Pelistrikan Indonesia.

Herman Darnel Ibrahim menyampaikan bahwa PP No. 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional dan Perpres No. 22 Tahun 2017 tentang Rencana Umum Energi Nasional mengatur bahwa PLTN menjadi pilihan terakhir.

Pada 26 April 1986, reaktor pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl yang terletak di Ukraina meledak. Sekitar 100 orang meninggal secara langsung akibat ledakan tersebut. PBB dan WHO melaporkan sekitar 4000 orang meninggal secara tidak langsung terkait dengan ledakan tersebut karena kanker atau penyakit lain yang disebabkan oleh radiasi.

Tragedi Chernobyl adalah salah satu bencana lingkungan terburuk yang pernah terjadi, tidak hanya dihitung dari segi biaya, tetapi juga dari segi berbagai dampak yang ditimbulkannya. International Nuclear Event Scale mengukur bencana nuklir Chernobyl berskala 7 artinya skala maksimum yang pernah terjadi.

“Isu nuklir saat ini masih sangat sensitif. Pertimbangan dampak bahaya radiasi, limbah nuklir terhadap lingkungan hidup, kurangnya budaya keselamatan pada tahap operasional serta bahan baku dan teknologi PLTN masih mahal”, jelasnya.

Senada dengan Herman Darnel Ibrahim, Sonny Keraf yang adalah Anggota DEN periode 2014-2019 menegaskan bahwa selain mahal dan faktor ancaman bencana, PLTN bukanlah energi bersih karena menghasilkan radiasi yang berbahaya bagi kesehatan.

Anggota DEN periode 2014-2019 Rinaldy Dalimi menyatakan bahwa banyak konsep yang harus diubah apabila akan membangun PLTN. Salah satunya adalah konsep perencanaan energi terkait perhitungan energi.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM Surono menjelaskan tentang kondisi geologi Indonesia yang unik dimana berada pada tiga lempeng aktif dunia. Hal ini menyebabkan Indonesia rawan mengalami bencana alam setiap tahun. 

“Risiko sangat tinggi apabila Indonesia tetap ingin membangun PLTN karena kondisi geologi kita yang unik ini”, tutupnya. (Teks: MM, Infografis: MB, Editor: DE)

Bagikan berita ini


© 2016 - 2022 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.