DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Menakar Penerapan Energi Baru di Indonesia

18 Juni 2022 Berita

Jakarta, 18/06/2022. Anggota Dewan Energi Nasional dari kalangan Akademisi Agus Puji Prasetyono menjadi Narasumber pada Webinar dengan tema Menakar Penerapan Energi Baru di Indonesia yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia melalui konferensi video.

Pada kesempatan ini, Agus menyampaikan bahwa untuk mencapai Net Zero Emmision (NZE) tahun 2060 tidaklah mudah karena harus mengganti semua energi yang sarat dengan emisi terutama energi fosil batubara yang digunakan sekitar 70-80% sebagai energi pembangkitan, salah satunya  mengubah batubara menjadi DME.

Kemandirian dan ketahanan energi akan mencapai kedaulatan energi apabila menggunakan 4 pilar energi yaitu affordability (energi harus bisa terjangkau), availability (energi harus ada dan bisa tersedia), accessibility (energi gampang dicari) dan ecceptability (energi harus ramah lingkungan) sehingga pertumbuhan ekonomi di Indonesia akan bisa tercapai.

"Untuk menuju target 23 persen energi baru terbarukan (EBT) di tahun 2025, target RUEN untuk capaian energi baru terbarukan per tahun itu seharusnya adalah 0,9 persen. Namun, faktanya energi baru terbarukan di Indonesia hanya meningkat 0,55 persen per tahun, masih perlu ditingkatkan", jelas Agus

DEN telah membuat peta jalan transisi energi menuju net zero emission di tahun 2060. Setiap tahunnya target energi baru terbarukan akan semakin meningkat, dimulai dari tahun 2025 dengan target 23 persen sampai tahun 2060 dengan target 66 persen.

Tantangan Pengembangan EBT di Indonesia diantaranya potensi EBT cukup besar namun tersebar, PLTS dan PLTB bersifat intermitten, potensi EBT tidak dapat ditransportasikan, dan juga tidak ada kepastian pada pasar karena kebijakan energi masih terus berkembang dan direvisi, ungkap Agus.

Agus menegaskan bahwa diperlukan sinergi dan kolaborasi dari dukungan semua pihak dalam pengembangan EBT supaya berjalan optimal. Dan juga beberapa strategi dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian industri energi dalam negeri, antara lain mendorong mobilitas peneliti ke sektor industri, memberi penghargaan bagi penghasil inovasi, mendorong industri untuk memanfaatkan hasil litbang dan melakukan desiminasi dan difusi teknologi hasil litbang ke industri. 

Pria yg pernah menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Kementerian Ristek Dikti ini juga menjelaskan PTLN merupakan pembangkit teraman dibanding dengan batubara dan energi yang lain karena dalam 50 tahun PLTN beroperasi kematian akibat kecelakaan PLTN dalam 3 kasus tidak lebih dari 100 orang. Di dalam PP KEN Nomor 79 Tahun 2014 juga disebutkan pemanfaatan energi nuklir sebagai pilihan terakhir dengan memperhatikan faktor keselamatan secara ketat.

General Manager Area Ulubelu, PT Pertamina Andi Joko Nugroho menyampaikan dalam mencapai NZE di tahun 2060 dibutuhkan sinergi dari berbagai pihak seperti pemerintah, industri bahkan masyarakat mengambil peranan yang penting dan juga resources energi yang diperlukan yaitu energi bersih yang handal dan stabil antara lain nuklir, geothermal dan tenaga air.

Di akhir Agus menyampaikan harapannya akhir tahun ini NEPIO sudah harus terbentuk sehingga sudah harus bisa di deklarasikan, draf naskah akademis dan Rperpres NEPIO juga sudah disampaikan dan pada Sidang Paripurna DEN nanti bersama Presiden dan K/L terkait bisa segera diputuskan, sehingga pada  tahun 2040 Indonesia sudah memiliki nuklir on grid. (Teks: RAD, Grafis: MB, Editor: DR)

Bagikan berita ini


© 2016 - 2022 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.