DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Satya: Investasi Sektor Energi Mampu Dorong Pertumbuhan Ekonomi

21 Juni 2022 Berita

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha menjadi narasumber dalam Jakarta Investment Forum Class “Harnessing Renewable Energy Investment in Indonesia” yang diselenggarakan oleh Jakarta Investment Centre. Dalam acara tersebut juga turut hadir sebagai pembicara antara lain Kepala Divisi Energi Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta, Edward Napitupulu, serta Chairman for Energy dan Public Works Jakarta Chamber of Comerce & Industry, Afifudin Suhaeli.

Satya yang didaulat sebagai pembicara penutup menyampaikan bahwa hingga Maret tahun 2022 sebanyak 24 Provinsi telah menyelesaikan Rencana Umum Energi Daerah (RUED), 3 Provinsi sedang dalam proses register dan perundangan, 1 Provinsi sedang dalam proses fasilitasi di Kemendagri, 3 Provinsi sudah memasukan propamperda tahun 2022 dan 3 Provinsi yang baru akan mulai melakukan pembahasan dengan DPRD termasuk DKI Jakarta.

Satya juga menuturkan gangguan pasokan energi global yang akan berdampak pada perekonomian negara berkembang, seperti Indonesia dan Negara Asia Tenggara lainnya. “Invasi Rusia ke Ukraina menyoroti pentingnya mekanisme kita untuk melindungi keamanan pasokan kawasan, di samping kebijakan untuk mengurangi risiko keamanan energi dari waktu ke waktu. Nah sampai saat ini kita ini belum memiliki cadangan penyangga energi,” ujarnya.

Terkait dengan investasi energi terbarukan di Indonesia, Satya menjelaskan terdapat tantangan kedepannya “Meskipun cenderung mengalami penurunan, tingginya investasi (cost of capital) masih menjadi hambatan dalam pengembangan EBT di Indonesia,” ungkapnya. Survei IEA mengidentifikasi tiga jenis risiko utama yang menyebabkan tingginya biaya investasi di Indonesia yaitu risiko terkait kondisi negara (country risk), risiko kebijakan dan peraturan (policy and regulatory risk), dan risiko pendapatan (revenue risk) .

“Prospek investasi sektor energi kedepannya diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan tenaga kerja nasional. Rencana investasi penyediaan tenaga listrik sampai tahun 2060 akan mengoptimalkan semua sumber energi termasuk potensi tenaga nuklir,” pungkas Satya.

Sementara itu Kepala Divisi Energi Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta, Edward Napitupulu menuturkan bahwa DKI Jakarta memiliki potensi yang cukup besar dari pemanfaatan sampah sebesar 7000 ton/hari yang dapat dikelola menjadi sumber tenaga listrik. Selain itu juga terdapat potensi pemasangan PLTS Rooftop hingga mencapa 23 Megawatt pada tahun 2030. (Teks: CTA, Grafis: OT, Red: DE)

Bagikan berita ini


© 2016 - 2022 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.