DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Solo Berharap dari Pembangkitan Sampah

05 Agustus 2022 Berita

Surakarta, 5/8/22. Dewan Energi Nasional (DEN) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Pengawasan RUEN terkait Kebijakan Pengolahan Sampah Sebagai Energi Listrik Studi Kasus Kota Surakarta. FGD tersebut dipimpin oleh Anggota DEN, Yusra Khan dan dihadiri oleh beberapa Anggota DEN lainnya, Sekretaris Jenderal DEN, Djoko Siswanto beserta Jajarannya beserta perwakilan Pemerintah Kota Surakarta dan Direktur PT. Solo Citra Metro Plasma Power. 

Kota Surakarta sebagai salah satu dari 12 wilayah di Indonesia yang ditetapkan oleh Pemerintah untuk melakukan pengelolaan sampah menjadi energi listrik. Berlokasi di TPA Putri Cempo, direncanakan akan beroperasi PLT Sampah dengan kapasitas mencapai 8 x 1 MegaWatt. Hingga kini progres pembangunan PLTS tersebut sudah mencapai 75?n diperkirakan mampu beroperasi secara penuh pada kuartal akhir tahun 2022 atau selambat-lambatnya ada semester pertama tahun 2023. 

Kota Surakarta sebagai kota dengan penduduk terpadat di Jawa Tengah, menghasilkan rata-rata sampah harian mencapai 300 ribu ton. Volume sampah yang ada di TPA Putri Cempo sudah menggunung setinggi 23 meter keatas, memenuhi 17 hektar lahan yang digunakan. Hadirnya PLTS Surakarta ini diharapkan mampu mengurangi beban tumpukan sampah selama ini. 

“PLTS ini menggunakan teknologi baru yang sangat mengutamakan faktor lingkungan. Dengan teknologi ramah lingkungan, sampah akan diolah untuk menjadi RDF atau briket. Kemudian RDF ini akan masuk ke proses gasifikasi yang kemudian akan menggerakkan generator dan menghasilkan listrik. Selain menghasilkan listrik, metode gasifikasi juga menghasilkan produk berupa bottom-ash dan slag yang dapat diproses lebih lanjut menjadi concrete dan desinfectant”, tutur Ulan Syuherlan, Direktur PT. SCMPP. 

Sementara itu Anggota DEN, Yusra Khan berharap bahwa PLTSA ini dapat segera beroperasi dan mampu menghasilkan listrik sesuai  yang direncanakan. “PLTSA di Surakarta ini juga diharapkan mampu menjadi contoh untuk wilayah atau provinsi lain di Indonesia dalam mengatasi persoalan sampah dan juga mampu menghasilkan listrik”, pungkas Yusra. (Teks&Grafis: CTA, Editor: DE)

Bagikan berita ini


© 2016 - 2022 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.