DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Kemandirian Energi: Apa Yang Indonesia Harus Lakukan?

07 Agustus 2022 Berita

Jakarta, 06/08/2022. Anggota Dewan Energi Nasional, As Natio Lasman menjadi narasumber dalam webinar Two Hours with ASASI dengan tema Kemandirian Energi: Apa Yang Indonesia Harus Lakukan?  yang diselenggarakan oleh Asosiasi Akademisi Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (ASASI) secara online.

As Natio Lasman menyatakan amanat UU No.30/2007 tentang energi, bahwa energi dikelola 
berdasarkan asas kemanfaafan, rasionalitas, efisiensi berkeadilan, peningkatan nilai tambah, 
keberlanjutan, kesejahteraan masyarakat, pelestarian fungsi lingkungan hidup, ketahanan nasional, 
dan keterpaduan dengan mengutamakan kemampuan nasional. Disamping itu, PP No.79/2014 tentang 
KEN dalam kebijakan utama juga menguraikan mengenai ketersediaan energi untuk kebutuhan nasional 
dalam mendorong kemandirian energi nasional.

Saat ini Pemerintah memiliki program strategi kemandirian energi salah satunya ialah Grand Strategi Energi Nasional (GSEN). GSEN memiliki visi yaitu terwujudnya bauran energi nasional berdasarkan 
prinsip keadilan, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan guna terciptanya ketahanan, kemandirian dan kedaulatan energi yang berpedoman pada haluan ideologi Pancasila. Beberapa solusiprogram
strategis dalam rangka mendorong kemandirian energi: Mempercepat pemanfaatan pembangkit EBT sebesar 38 GW tahun 2035 (PLTS dan EBT lainnya), Meningkatkan penggunaan kendaraan bermotor 
listrik berbasis baterai dan Membangun transmisi & distribusi listrik, smart grid, off grid dan PLTN sesuai 
kebutuhan serta pembentukan Nuclear Energy Programme Implementing Organitation (NEPIO). 

Pria yang sehari-hari disapa As dan juga pernah menjabat sebagai kepala Badan Pengawas Tenaga 
Nuklir sebelum menjadi anggota DEN menjelaskan mengenai peta jalan transisi energi menuju NZE dan 
potensi energi fosil di Indonesia. 

Dalam penutupannya, As Natio Lasman mengatakan pentingnya mengetahui dan sadar potensi energi yang ada di 
daerah ataupun sekitar kita. Keunggulan masing-masing daerah perlu didalami dan dieksploitasi untuk 
mendukung kemandirian penyediaan energi, memperhatikan penguasaan ilmu pengetahuan dan 
teknologi kedepannya serta perlunya perlindungan untuk pengembangan hasil inovasi menuju ke industri. (Teks: AM. Grafis: OT, Editor:DR )

Bagikan berita ini


© 2016 - 2022 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.