DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Glorifikasikan G20, DEN Bersama Kementerian ESDM Gelar Workshop Implementasi CCS/CCUS

30 Agustus 2022 Berita

Bali, 29/08/22. Dewan Energi Nasional (DEN) bersama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT Pertamina (Persero) menggelar Workshop "Implementation of CCS/CCUS to Advancing Energy Transitions” sebagai bagian dalam rangkaian kegiatan Presidensi G20 Indonesia 2022. Workshop yang diselenggarakan secara hybrid tersebut dihadiri langsung oleh Anggota DEN, Satya Widya Yudha (moderator dan narasumber), Yusra Khan(Closing Remark), dan Ery Purnomohadi. Turut hadir Sekretaris Jenderal DEN, Djoko Siswanto beserta para pejabat di lingkungan Setjen DEN. 

Dalam kegiatan workshop tersebut, Menteri ESDM, Arifin Tasrif dan Menteri Energi Saudi Arabia, HRH Abdulaziz bin Salman menyampaikan Minister Remarks secara virtual. Sedangkan Opening Speeches disampaikan oleh CEO PT. Pertamina Power Indonesia, Dannif Danusaputra dan SPV Downstream Saudi Aramco, Mohammed Y. Al Qahtani. 

Pada panel diskusi sesi pertama yang dipimpin oleh Anggota DEN, Satya Widya Yudha, narasumber yang hadir baik secara langsung maupun virtual pada kegiatan tersebut antara lain Oki Muraza - PT. Pertamina (Persero), Mohammed Y. Al Qahtani - Saudi Aramco, Justin Oettmeier - Exxon Mobil Indonesia, Yamamoto Koji - JOGMEC.

Sedangkan pada panel diskusi sesi kedua yang dipimpin oleh Centre Of Excellence for CCS/CCUS Indonesia, Doddy Abdassah, hadir narasumber antara lain Fadli Rahman – PT. Pertamina Power Indonesia, Satya Widya Yudha - Anggota DEN, dan Bambang Eka Satria - Ditjen Migas KESDM. Sementra itu Closing Remark disampaikan oleh Fareed Alasaly - Senior Advisor KSA Energy Minister dan Yusra Khan - Anggota DEN.

Menteri ESDM, Arifin Tasrif, dalam Minister Remarksnya yang disampaikan secara virtual mengatakan CCS/CCUS adalah teknologi rendah karbon yang dapat diandalkan di sektor minyak dan gas. Sebagaimana tercantum dalam IPCC sixth assessment report, CCS/CCUS adalah enabling factor untuk melaksanakan komitmen Net Zero Emissions dan memenuhi target bauran energi nasional. Sebagaimana disampaikan oleh Menteri Energi KSA, HRH Abdulaziz bin Salman, Saudi Arabia mulai mengekspor blue ammonia dan mempersiapkan pengembangan clean hydrogen dalam beberapa tahun ke depan. Perlunya kolaboraasi Pemerintah dan swasta dalam mengakselerasi implementasi CCS/CCUS melalui:
1. Joint research sampe studi kelayakan,
2. Mengupayakan kelayakan dan keekonomian Project CCS/CCUS,
3. Joint Investment proyek CCS/CCUS.

Dalam panel diskusi sesi pertama dengan tema “Propelling CCS/CCUS implementation with Global Cooperation” yang dipimpin oleh Satya Widya Yudha, dapat ditarik kesimpulan bahwa para pelaku bisnis minyak dan gas sedang mengembangkan berbagai teknologi CCS/CCUS dalam mendukung transisi energi. Pertamina mengimplementasikan teknologi CCS/CCUS melalui pemilihan lokasi yang potensial untuk injeksi CO2 dan mengembangkan teknologi yang dapat terintegrasi dengan kegiatan usaha yang telah berjalan. Exxon, Pertamina, dan Aramco juga meneliti teknologi CCS untuk menghilangkan kelebihan CO2 dan memanfaatkannya sebagai bahan baku produk lain yang memiliki nilai tambah secara ekonomi, seperti mineral carbonation dan industri methanol. Sementara JOGMEC tengah mengembangkan berbagai strategi untuk mengintegrasikan bisnis minyak dan gas dengan CCS, di antaranya adalah mengembangkan CO2 Enhanced Oil Recovery (EOR), memperluas CCS value chain, mengeksplorasi lokasi yang tepat untuk injeksi CCS dan mengembangkan cost-effective formula untuk CCS teknologi.

Sedangkan pada diskusi sesi kedua dengan tema “Harnessing Co2 Potentials for Augmenting Low Carbon Business and Carbon Removal with Nature Based Solution and Direct Air Capture”, didapat kesimpulan bahwa diperlukan beberapa faktor pendorong untuk mengakselerasi implementasi teknologi CCS/CCUS. Pemerintah perlu memberikan dukungan berupa regulasi, kemudahan perizinan dan insentif bagi pengembangan CCS/CCUS. Selain itu, diperlukan kerjasama yang strategis untuk menciptakan pasar dan akses bagi green finance dan mendorong terciptanya proyek CCUS yang layak secara ekonomi.

Di akhir kegiatan, Yusra Khan yang didaulat untuk menyampaikan Closing Remark mengharapkan workshop ini dapat mendorong kerja sama proyek CCS/CCUS khususnya implementasi CCS/CCUS di Indonesia. Diharapkan semua pihak dapat memiliki komitmen bersama berupa aksi konkrit kerjasama proyek CCS/CCUS baik secara G-to-G maupun B-to-B, dan pengembangan blue ammonia serta clean hydrogen, khususnya di Saudi Arabia. (Teks: CTA - AP, Grafis: CTA, Editor: DR)

Bagikan berita ini


© 2016 - 2022 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.