DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

DEN Kunjungi Laboratorium Daur Ulang Baterai UGM

13 September 2022 Berita

Yogyakarta, 13/09/2022. DEN melakukan kunjungan kerja ke Universitas Gajah Mada dalam rangka mensinergikan kemampuan daur ulang baterai (Battery Recycling) di Indonesia yang berkelanjutan dan mandiri untuk mendukung ekosistem industri baterai nasional. Kunjungan diterima oleh Ali Awaludin selaku Wakil Dekan Fakultas Teknik UGM. 

Hadir pada kegiatan tersebut Anggota DEN, As Natio Lasman dan Agus Puji Prasetyono, tim dari Sekretariat Jenderal DEN,  Ketua Peneliti Baterry Lithium UGM Indra Perdana beserta Tim Peneliti Battery Lithium antara lain  Rochmadi, Eka Firmansyah, Himawan Tri Bayu Murti dan Nawawi.

Ali Awaludin dalam pembukaannya mengatakan bahwa penelitian membutuhkan komitmen dan kebijakan pendukung serta rencana kedepan untuk memudahkan peneliti sehingga dapat membantu riset yang telah dihasilkan. Fakultas teknik UGM memiliki misi untuk bagaimana berguna untuk masyarakat luas

Anggota DEN, As Natio Lasman dalam sambutannya menjelaskan tentang potensi ekosistem battery yang ada harus digunakan sebesar-besarnya untuk masyarakat. Sebagai engineer hal yang paling membanggakan adalah bagaimana hasil karya riset dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Dalam menuju net zero emission di tahun 2060 akan melewati transisi energi dimana peran baterai dalam transisi energi sangat dibutuhkan, dan hal yang perlu digaris bawahi adalah tidak ada lagi penjualan kendaraan roda empat berbasis bbm pada tahun 2040 dan kendaraan roda dua pada tahun 2050

“Kita perlu mengambil alternatif kebijakan tertentu terkait recycling baterai ini, agar nanti ketika kendaraan listrik sudah banyak, pemerintah dapat mengantisipasi recycling baterainya, dan tidak hanya baterai dari kendaraan listrik tetapi limbah dari solar panel juga sudah dapat didaur ulang ujar Anggota DEN Agus puji Prasetyono turut menyampaikan pendapatnya.

Ketua Peneliti Baterry Lithium UGM, Indra Perdana menambahkan bahwa riset ini sudah dilakukan cukup lama dengan pendanaan dari LPDP. Tantangan dari daur ulang ini adalah karena iklim bisnis di Indonesia belum tercipta sehingga sulit untuk mencari dukungan
Salah satu Tim Peneliti Battery Lithium, Eka Firmansyah, dalam paparannya menyampaikan dengan tumbuhnya kendaraan listrik dengan cepat sehingga membutuhkan banyak baterai. Daur ulang baterai diharapkan menjadi sarana untuk mewujudkan circular ekonomi dan juga menyerap tenaga kerja disaat industrinya tumbuh. Dalam diskusi dijelaskan perbandingan baterai motor gesit dengan harga jual 29 juta rupiah dengan harga baterai 9 juta. Dan bus listrik dengan harga 4 milyar dengan harga baterai mencapai 1,2 milyar dengan membutuhkan 12240 cell dengan bobot 1.1 ton. Prediksi jumlah kendaraan listrik di Indonesia mencapai 2195 unit untuk mobil dan 13.000 unit untuk motor. Dengan tingginya jumlah kendaraan tersebut maka limbah yang dihasilkan sangat banyak. Kebutuhan sel baterai di tahun 2030 mencapai 6567 juta sel baterai dengan asumsi rata2 motor 5 kWh dan mobil 75 kWh. Komponen biaya baterai Li-Ion didominasi oleh biaya material sebesar 50-70?ri total harga LIB. Harga bahan baterai meningkat tajam dari tahun 2020. Indonesia sangat kaya akan cadangan sumber daya selain Lithium. China diprediksi akan merajai industri daur ulang baterai. Saat ini dari berbagai jenis baterai yang beredar dan rata-rata tidak memiliki identitas, sedangkan daur ulang harus memproses sesuai dengan jenis baterai. Maka diperlukan standard baru untuk menuliskan di badan baterai sehingga dapat bertahan dan dapat diidentifikasi

Diakhir acara, Eka Firmansyah mengatakan bahwa dalam membuat target, Pemerintah harus memikirkan secara kritis tentang kesiapan nasional dan juga peningkatan sinergi antar Kementerian dalam pengembangan industri baterai ini. Ke depan penggunaan baterai untuk sektor energi maupun transportasi akan sangat besar, bagaimana kita dapat mengelola lingkungan yang baik dengan recycling battery ini, pungkasnya. (Teks: AS, Grafis: Ozi, Editor: DR)

Bagikan berita ini


© 2016 - 2022 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.