DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Indonesia Upstream O&G Strategy to Support Energy Transition

21 September 2022 Berita

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha menjadi moderator dalam acara High Level Roundtable Talk “Indonesia Upstream O&G Strategy to Support Energy Transition” yang diselenggarakan oleh The 46’ IPA Convention & Exhibition. Dalam acara tersebut hadir sebagai narasumber diantaranya Sugeng Parwoto - Ketua Komisi VII DPR-RI, Tutuka Ariadji - Direktur Jenderal Migas KESDM, dan Irtiza Sayed - President ExxonMobil Indonesia.

Di awal kesempatannya, Satya menjelaskan bahwa setelah 2 tahun IPA diselenggarakan secara online, akhirnya pada tahun ini IPA Convention & Exhibition bisa diselenggarakan secara offline atau fisik. 

Tutuka Ariadji, Dirjen Migas KESDM menjelaskan peluang target produksi gas sebesar 12 BSCFD dan minyak sebanyak 1 juta BPD ditahun 2030, kemungkinan masih bisa naik apabila menggunakan teknologi untuk meningkatkan produksi minyak, sedangkan gas akan lebih mungkin naik karena cadangan yang ada masih banyak. 

Sugeng Parwoto, Ketua Komisi VII DPR-RI pada paparannya menyinggung bahwa kenaikan harga BBM yang baru saja terjadi memang harus dilakukan akibat over kapasitas yang hanya mencukupi hingga sampai bulan Oktober. "Kenaikan harga BBM menjadi problem bagi masyarakat bawah karena akan menurunkan daya beli masyarakat. Pengendalian konsumsi BBM menjadi sangat penting disamping peralihan ke kendaraan listrik”, ujarnya.

Sementara Irtiza Sayed, President ExxonMobil Indonesia menyebutkan bahwa ekslorasi migas di Indonesia dilakukan terus menerus. “Namun salah satu langkah terbaik adalah memaksimalkan eksplorasi kilang-kilang baru yang ada di Indonesia dibandingkan dengan impor atau melakukan subsidi. Selain itu guna menuju Net Zero Emission (NZE) maka pengembangan CCS/CCUS menjadi sangat penting”, tuturnya. 

Diakhir, Satya menyimpulkan bahwa skenario transisi energi pada minyak dan gas bumi adalah melakukan dekarbonisasi fosil karena migas menghasilkan banyak emisi. Jadi fosil  tetap ada tetapi dikurangi emisinya. Selain itu juga penggunaan teknologi CCS/CCUS, yang harus dikaji betul supaya efisien. Pemerintah dalam hal ini tentunya berperan untuk turut memberikan solusi”, tutupnya. (Teks&Foto: CTA-MB, Editor: DE)

Bagikan berita ini


© 2016 - 2022 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.