DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Satya Tanggapi Penundaan Konversi ke Kompor Listrik

27 September 2022 Berita

Jakarta, 26/09/2022. Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha menjadi narasumber dalam wawancara bertajuk “Impor LPG Bengkak, Konversi ke Kompor Listrik” yang ditayangkan oleh CNBC TV. 

Berdasarkan data yang dihimpun oleh CNBC, konversi kompor induksi diklaim dapat menyelesaikan tiga masalah secara bersamaan, yakni mengurangi ketergantungan impor LPG dengan energi berbasis domestik, mengurangi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), serta mengurangi emisi gas buang. Meski demikian, adanya pro dan kontra di tengah masyarakat mendorong pemerintah untuk melakukan penundaan rencana konversi.

Menanggapi isu tersebut, Satya sepakat dengan  langkah pemerintah untuk tidak tergesa-gesa dan menunda implementasi konversi ke kompor listrik tahun ini. Sebab, hal ini membutuhkan penghitungan yang cermat dan kajian ulang agar tidak terjadi miskalkulasi. Implikasi-implikasi yang muncul dalam penerapan konversi seperti penggantian miniature circuit breaker (MCB) dan pengawasan pelaksanaan program kompor induksi juga membutuhkan sosialisasi agar tidak membebani masyarakat. Di samping itu, di dalam skenario jangka panjang, keterkaitan antara konversi ke kompor listrik terhadap pengurangan emisi karbon juga masih membutuhkan pendalaman. 

Penggunaan kompor listrik sendiri dilatarbelakangi oleh adanya surplus pasokan listrik (oversupply) yang mencapai 6-7 GW di seluruh Indonesia. Pria lulusan Cranfield University ini menjelaskan bahwa pembangunan sejumlah pembangkit dari program 35GW menghasilkan surplus pasokan listrik sekitar 35%.  Di sisi lain, pandemi turut berkontribusi terhadap penurunan daya serap permintaan listrik, khususnya di sektor industri, sehingga menyebabkan realisasi pertumbuhan kebutuhan listrik lebih rendah dari asumsi. Dengan demikian, konversi kompor gas ke kompor listrik diharapkan dapat meningkatkan permintaan listrik dan menyerap kelebihan pasokan listrik PT PLN (Persero).

Dalam kaitannya dengan DEN, program konversi kompor LPG ke kompor listrik ini merupakan program pengalihan energi berbasis impor yang bertujuan untuk menciptakan ketahanan energi nasional. Di samping konversi, Satya juga mencontohkan strategi lain untuk mengatasi kelebihan pasokan, diantaranya penggunaan mobil listrik yang dapat menjadi pangsa sembari menunggu pulihnya permintaan pasokan listrik oleh industri.

Senada dengan hal tersebut, Anggota Komisi VII DPR RI Ramson Siagian menambahkan bahwa pandemi COVID-19 dan perlambatan pertumbuhan ekonomi sebelum pandemi mengakibatkan demand rata-rata yang mulanya diprediksi mencapai 6,4% menjadi hanya mencapai 4,9%, sehingga mengakibatkan terjadinya oversupply. Oleh karena itu, Ramson mengusulkan agar industri tidak lagi membangun pembangkit listrik sendiri, melainkan membeli listrik dari PLN. (Teks: SL, Grafis: OT, Editor: DR)

Bagikan berita ini


© 2016 - 2022 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.