DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Jajaki Kerjasama, Sekjen DEN Terima Kunjungan Delegasi IISD

25 November 2022 Berita

Jakarta, 24/11/2022. Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN)  Djoko Siswato menerima kunjungan International Institute for Sustainable Development (IISD) dalam rangka menjajaki kerja sama dalam sharing session perencanaan strategi dekarbonisasi dan sektor minyak dan gas bumi di Indonesia.

IISD merupakan lembaga think-tank internasional yang bekerja untuk isu-isu pembangunan berkelanjutan, yang bermarkas di Manitoba (Kanada) dan berkantor operasional di Jenewa (Swiss). Program IISD di Indonesia diselenggarakan berkat dukungan dari berbagai pihak seperti perwakilan negara-negara sahabat di Jakarta, mitra pemerintah, kalangan akademisi, dan masyarakat sipil. 

Dalam kesempatan ini Djoko menjelaskan bahwa  untuk menekan impor Bahan Bakar Minyak (BBM), Indonesia perlu meningkatkan produksi minyak mentah (crude) sebesar  1 juta barrel oil per day (bopd) dan akuisisi lapangan minyak luar negeri untuk kebutuhan kilang. Melakukan peningkatan kapasitas kilang eksisting dan membangun kilang baru juga diperlukan dalam hal ini. Produksi Bahan Bakar Nabati (BBN)  yaitu biodiesel atau biohidrokarbon perlu dioptimalkan untuk menekan impor BBM.

Lebih lanjut, Djoko Siswanto yang akrab disapa Djoksis ini,  menjelaskan bahwa  untuk menghentikan impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) diperlukan penambahan jaringan gas hingga 10 juta rumah tangga . Pengembangan Dimetil Ether (DME) dan methanol dari Ijin Usaha Pertambangan Badan Usaha Milik Negara (IUP BUMN) dan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) juga diperlukan dalam rangka menghentikan impor LPG pada tahun 2027.

Djoko menuturkan, bahwa gas akan diperuntukan untuk masa transisi sehingga pada program de-dieselisasi tahun 2021-2030, gas akan menggantikan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) sebesar 304 Mega Watt (MW). Keunggulan gas  karena memiliki emisi yang lebih rendah 50% dibandingkan emisi yang dihasilkan batubara dan Indonesia memiliki supply gas yang cukup tinggi.

 Target Indonesia pada bauran energi untuk gas tahun 2025 sebesar 14?n diturunkan menjadi 12% pada tahun 2060. Untuk mencapai target Nationally Determined Contribution (NDC). Penghentian routine gas flaring dan penggunaan Carbon Capture and Storage/Carbon Capture, Utilization and Storage (CCS/CCUS) dengan potensi 41 juta tCO2 akan diperlukan, pungkas Djoko.

Saat ini, IISD sedang melakukan kajian  dengan sektor migas di Indonesia yaitu proyeksi mengenai kompor listrik untuk keluarga miskin, menengah dan mampu, kajian tentang hidrogen, dan kajian tentang baterai. Dengan adanya pertemuan ini, DEN dapat memberikan masukan dan saran sebagai dukungan bagi kajian yang sedang dilakukan oleh IISD. ( Teks: ACH, Infografis: OT, Editor: DR)

Bagikan berita ini


© 2016 - 2022 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.