DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Peran Efisiensi dan Konservasi Energi Dalam Mencapai Sasaran Transisi Energi

19 Januari 2023 Berita

Jakarta,19/01/2022. Anggota DEN, Satya Widya Yudha menjadi narasumber dalam diskusi panel yang berjudul “Peran dan Tantangan Upaya Efisiensi Dan Koservasi Energi Dalam Rangka Mencapai Sasaran Transisi Energi Menuju Net Zero Emission”. Diskusi ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan ulang tahun Proxsis and Co. yang ke 17, dengan tema acara "Resilience Mode ON”, Bertumbuh di Tengah Tantangan Ketidakpastian Global Menuju Indonesia Menjadi Negara Maju”. Kegiatan ini diselenggarakan secara fisik di Thamrin Nine Ballroom, Chubb Square, Jakarta.

Anggota DEN, Satya Widya Yudha mengapresiasi sikap negara dalam berkomitmen mencapai NZE pada tahun 2060 atau lebih cepat. Komitmen tersebut perlu dituangkan dalam regulasi yang bersifat lintas sektoral. “Dalam upaya mewujudkan ketahananan energi yang tangguh dan dekarbonisasi untuk mencapai NZE tahun 2060 juga pencapaian sistem energi yang rendah karbon maka penyusunan peta jalan transisi energi menjadi topik menarik” pungkas Satya.

DEN saat ini sedang merevisi PP 79/2014 tentang KEN dimana dalam RPP tersebut memasukan roadmap transisi energi sampai dengan tahun 2060, strategi menurunkan emisi karbon dan dekarbonisasi fosil.  Disamping itu, target bauran energi baru terbarukan (EBT) dalam Kebijakan Energi Nasional (KEN) sebesar 23% di tahun 2025 dan 31% di tahun 2050 akan disesuaikan dengan RPP KEN dengan mempertimbangkan target NZE tahun 2060. 

Pria lulusan Cranfield University ini juga mengatakan bahwa DEN terus melakukan pembahasan yang intensif mengenai skenario-skenario dalam pembaruan PP KEN bersama dengan pihak-pihak yang terkait. 

Gigih Udi Atmo, Direktur Konservasi Energi, KESDM mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menurunkan target emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29% pada tahun 2030, atau 41?ngan bantuan internasional. Sektor energi sendiri diakui menjadi penyumbang emisi GRK terbesar kedua setelah sektor kehutanan. Oleh karena itu, di tahun 2030 mendatang, Indonesia ditargetkan mampu menurunkan emisi dari sektor energi hingga 314 juta ton, atau 446 juta ton dengan bantuan internasional. Selain itu, Gigih juga berharap dengan adanya diskusi ini akan mendorong masyarakat dalam menghemat energi dengan penggunaan teknologi yang ramah lingkungan. 

Rachmat Mardiana, Direktur Ketenagalistrikan, Telekomunikasi dan Informatika, BAPPENAS mengatakan bahwa kedepannya perlu kolaborasi seluruh pihak terkait untuk menjamin keakuratan data-data yang keluar ke masyarakat. Disamping itu, dalam menentukan arah kebijakan energi kedepannya salah satunya ialah roadmap transisi energi tidak hanya menjadi satu tugas Kementerian/Lembaga melainkan tugas bersama Pemerintah.

Rudi Maulana, Komisaris Synergy Solusi Group, mengatakan akan membantu menyediakan sarana dalam mendukung Pemerintah dalam program transisi energi kedepannya. Selain itu, Rudi menjelaskan bahwa kolaborasi merupakan alat bantu yang efektif dan efisien dalam mensukseskan program transisi energi.  (Teks: AM, Grafis: MB, Editor: DE)

Bagikan berita ini


© 2016 - 2023 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.