DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Konsekuensi Iklim dari Pembangkit Bayu Skala Besar (wind farm)

21 Juli 2011 Berita

Jumlah energi yang tersedia dalam sistem Bumi akan yang akan diekstraksi oleh turbin bayu adalah terbatas, dan jika suatu jumlah energi yang signifikan diambil, maka iklim dunia akan terpengaruh. Demikian kesimpulan dari analisis terbaru hasil para peneliti Max Planck Institute for Biogeochemistry di Jerman.


Sementara satu-turbin angin tidak mempengaruhi atmosfer global, instalasi sejumlah besar perangkat turbin angin (wind farm) akan menginterferensi sirkulasi atmosfer dan mengurangi efisiensi ekstraksi pada skala besar, karena setiap ekstraksi momentum akan berkompetisi dengan disipasi energi angin oleh turbulensi di lapisan batas atmosfer.


Dari berbagai simulasi yang digunakan, disimpulkan bahwa tersedia energi mekanik dari bayu antara 18-68 TW yang dapat diekstraksi dari lapisan atmosfer, memperhitungkan semua permukaan tanah non-es (non-glaciated).Saat ini manusia mengkonsumsi energi total 17 (terawatts) TW, dimana 87% nya disediakan oleh bahan bakar fosil.


Jika energi-angin diekstraksi pada skala konsumsi manusia saat ini (17 TW), atau 50 -95% total energi bayu yang tersedia, diperkirakan akan menmberikan efek iklim Bumi yang signifikan. Efek ditimbulkan sebagai akibat dari meningkatnya turbulensi dan arus udara pada altitude yang lebih tinggi di atas turbin. Pada altitude yang lebih tinggi udara berpotensi lebih hangat dan akhirnya akan bercampur memanaskan udara dekat permukaan bumi. Efek pemanasan ini setara dengan konsentrasi CO2 sebesar 720 ppm di atmosfer.

Sementara saat ini pemanfaatan energi angin hanya meliputi 0,03 TW pada 2008, ada potensi dan ruang untuk ekspansi teknologi ini dengan efek yang relatif tidak signifikan pada iklim, namun setiap ekspansi di masa datang pada skala besar dan global harus memperhitungkan bahwa potensi energi angin adalah finit (terbatas) sesuai sifat sistem Bumi.

(Sumber: Max Planck Institute – SM)

Bagikan berita ini


© 2016 - 2020 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.