DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

PENGHEMATAN PENGADAAN MIGAS CAPAI RP 870 MILIAR

10 Februari 2011 Berita

Penghematan biaya pengadaan barang dan jasa di industri hulu minyak dan gas bumi (migas) pada tahun 2010 mencapai US$ 96,5 juta atau sekitar Rp 870 miliar. Jumlah ini didapat melalui berbagai kontrak pengadaan bersama dan transfer material yang dilakukan kontraktor kontrak kerja sama (KKS). Pengadaan bersama menyumbang sekitar US$ 66,7 juta, sedangkan kontribusi transfer material sebesar US$ 29,8 juta, demikian siaran pers (9/2) Kepala Dinas Humas dan Hubungan Kelembagaan, BPMIGAS yang diterima redaksi.

Menurut Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BPMIGAS), R. Priyono dalam siaran persnya menjelaskan bahwa pencapaian ini melebihi target penghematan pada 2010 yang sebesar US$ 75 juta,

Selanjutnya Priyono menjelaskan, kinerja tahun 2010 jauh melebihi penghematan pada 2009 yang sebesar US$ 61,93 juta dengan rincian pengadaan bersama sebesar US$ 35,42 juta dan pemberdayaan material sebesar US$ 26,51 juta. Oleh karena itu, BPMIGAS tidak ragu untuk menaikkan target penghematan tahun 2011 menjadi US$ 105 juta. Rinciannya, US$ 75 juta untuk penghematan pengadaan bersama, dan US$ 30 juta untuk transfer material.

Pengadaan bersama dan transfer material antar kontraktor yang telah berjalan, antara lain, penggunaan gudang dan fasilitas, transportasi laut dan udara, operasi bersama penyelidikan survei seismik, serta kontrak bersama penggunaan rig untuk pemboran maupun workover.

Saat ini, telah eksis enam forum pengadaan barang dan jasa di seluruh wilayah Indonesia, yakni Kalimantan Timur, Jawa Timur, Sumatera Tengah, Sumatera Selatan, Natuna, dan Offshore North West Java (ONWJ). Dalam waktu dekat akan dibentuk forum serupa untuk wilayah Papua dan Maluku.

Tidak hanya penghematan pengadaan, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pun menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Berdasarkan data BPMIGAS, untuk tahun 2010 total nilai pengadaan barang dan jasa di seluruh kontraktor KKS mencapai US$ 10,79 miliar dengan TKDN sebesar 63,4 persen. Nilai TKDN barang sekitar US$ 1,92 miliar atau 50,5 persen, sedangkan nilai TKDN jasa senilai US$ 4,92 miliar atau mencapai 70,5 persen.

“Angka ini meningkat dari US$ 8,98 Milyar pada 2009 dengan TKDN hanya 49 persen,” kata Rizal.

Pertumbuhan nilai transaksi pembayaran pengadaan barang dan jasa melalui bank umum nasional juga cukup menggembirakan. Pada tahun 2009, tercatat transaksi sebesar US$ 3,97 miliar. Tahun lalu, nilai transaksinya naik US$ 4,6 miliar. Total transaksi di perbankan nasional sajak April 2009 hingga Desember 2010 mencapai US$ 8,596 miliar.

Bagikan berita ini


© 2016 - 2019 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.