DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

India memulai pembangunan PLTN yang ke-25

23 Juli 2011 Berita

India meneruskan rencana pembangunan pembangkit tenaga nuklir meskipun sejak bencana di kompleks reaktor Fukushima Jepang, dunia mengkhawatirkan tentang keamanan pembangkit tenaga listrik nuklir sipil. India saat ini memulai pembangunan pembangkit listrik nuklirnya yang ke-25, Rajasthan Atomic Power Station (RAPS), demikian dilaporkan Press Trust of India, baru-baru ini.

Lahan telah disediakan untuk reaktor air 700 MW, di 40 km dari Kota, bagian utara-barat wilayah India. RAPS mengoperasikan enam PHWRs di fasilitas, lima yang memproduksi lebih dari 1.180 MW, listrik terbesar India pembangkit nuklir listrik dari fasilitas tunggal.
Kompleks reaktor baru tersebut akan merupakan komplek PLTN ketujuh milik RAPS yang dibangun di lokasi Rajasthan. Fasilitas terbaru ini diharapkan selesai pembangunannya pada 2016.RAPS mengoperasikan enam unit PHWR, unit pertamanya memproduksi 1.180 megawatt, yang merupakan produksi listrik terbesar dari satu kompleks tunggal PLTN di India.

Program nuklir sipil India merupakan program yang kontroversial karena India tidak pernah menandatangani Perjanjian Non Proliferasi Nuklir (NPT), yang menjamin opsi bantuan dari  penyedia teknologi nuklir di seluruh dunia dalam membangun PLTN. Karena India bukan penandatangan NPT, pengembangan industri sipil untuk membangun PLTN terhambat sampai 2008, ketika Nuclear Suppliers Group, organisasi pengawasan yang mengontrol perdagangan nuklir global, mengabaikan India karena kekhawatiran penyalahgunaan teknologi nuklir, dimana produk sampingan PLTN dapat digunakan untuk program militer nuklir.

Pembangunan RAPS menegaskan tekad India untuk merangkul pembangkit listrik tenaga nuklir sebagai solusi murah  meskipun saat ini di seluruh dunia tengah mengkhawatirkan standar keselamatan kompleks nuklir akibat bencana Fukushima di bukan maret.

(Sumber: upi.com – SM)
 

Bagikan berita ini


© 2016 - 2020 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.