DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Pasar Energi Surya Off-Grid Tumbuh di Afrika

28 Juli 2011 Berita

Energiebau Solarstromsysteme GmbH, perusahaan pengembang sistem tenaga surya skala kecil yang berbasis di Cologne Jerman, baru-baru ini menyampaikan bahwa jumlah instalasi pemasangan yang dilakukannya di Afrika meningkat sekitar 10% per tahun. 

"Ketika kami tiba di sini pertama kali pada tahun 1994, tidak ada orang lain selain kami," kata Managing Director Michael Schaefer. "Sekarang karena pasar sudah terbentuk, banyak pesaing yang datang."

Jatuhnya harga panel surya fotovoltaik telah membuatnya lebih terjangkau bagi daya beli Afrika. Di tempat-tempat seperti Ghana dan Kenya, tenaga surya sekarang lebih murah per kilowatt-jam nya daripada generator diesel. "Ada pasar yang besar untuk sistem hibrida, yang merupakan kombinasi antara PV dan diesel", demikian kata Schaefer.

Sekitar 5 persen penjualan Energiebau berasal dari Afrika dan terus berkembang. Pada tahun 2006, Energiebau mendirikan anak perusahaan di Ghana dan Mali untuk memasok sistem off-grid kecil untuk daerah terpencil. Energiebau akan membuka cabang lain di Kenya sebelum akhir tahun.

Pemasok utama suku cadang Energiebau adalah SMA Solar Technology AG . Suku cadang lain berbiaya rendah bersumber dari pembuat panel dari Korea, Solar Park, demikian kata Schaefer.

Jerman dan perusahaan-perusahaan Eropa lainnya mendominasi di Afrika saat ini karena Eropa yang paling berpengalaman dalam PV, kata Schaefer. "Hanya sedikit perusahaan-perusahaan Amerika dan Jepang tetapi sekarang lebih banyak perusahaan Cina," katanya. "Tetapi perusahaan-perusahaan Cina tidak memiliki pengalaman dalam sistem, instalasi, desain dan pemeliharaan. Mereka hanya memproduksi panel. "

Energiebau telah menginstal lebih dari 100 unit di negara-negara Afrika termasuk Tanzania, Kenya, Zambia dan Uganda. Proyek terbesarnya adalah instalasi 515 kilowatt di markas besar United Nations Environment Program di Kenya. Energiebau memenangkan tender untuk mengembangkan proyek on-grid 2-MegaWatt di Ghana.

"Pada saat ini kami berkonsentrasi di Afrika Timur dan Afrika Barat, dan langkah berikutnya kemungkinan Afrika Selatan," kata Schaefer. Ketidakpastian dalam lingkup peraturan di Afrika Selatan telah membuat perusahaan ragu untuk membuka unit baru di sana.

 (Sumber: Lauren van der Westhuizen, Bloomberg – SM)

Bagikan berita ini


© 2016 - 2020 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.