DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Kanada Membidik Pasar LNG Asia-Pasifik

29 Juli 2011 Berita

Penemuan shale gas di Amerika telah mengubah peta pasar gas dunia, dimana harga gas di pasar spot Asia-pasifik dan pasar spot Eropa kini lebih tinggi dan mengikuti harga minyak, dibandingkan harga di pasar spot Amerika.

Gas alam dapat ditekan menjadi bentuk cair, volumenya menyusut sampai 600 kali, kemudian dialirkan melalui pipa ke kapal-kapal LNG dan diangkut ke Asia dan Eropa dengan harga jual gas bisa tiga kali lipat harga jual gas di pasar spot Amerika Utara.

Sebuah laporan oleh perusahaan riset energi Wood Mackenzie minggu ini menunjukkan bahwa ekspor gas alam cair (LNG) Kanada ke pasar Asia Pasifik bisa lebih kompetitif terutama karena beberapa proyek LNG Australia baru-baru ini terancam sanksi.

Di Australia, produksi LNG sedang booming dengan konstruksi empat proyek tengah berlangsung, yang dapat memproses 40 juta ton gas, ditambah dengan lima atau enam proyek lagi sedang dalam persiapan, maka diharapkan akan ada tambahan pasokan dalam waktu yang tidak lama lagi, demikian menurut Andy Pearson, kepala tim peneliti Wood Mackenzie's LNG.

Australia memiliki sejarah cost overruns dan delay, sehingga komunitas pembeli (Cina, Korea Selatan, Jepang, dll) melihat risiko yang lebih tinggi untuk LNG dari Australia. Sedangkan pembeli tidak ingin terlalu tergantung pada satu satu negara.  

Sementara itu, Kanada juga tengah menggalakkan produksi LNG. Konstruksi proyek ekspor LNG pertama Kanada saat ini tengah dimulai di Kitimat, pantai utara Kanada. Instalasi ini  akan memiliki kapasitas awal lima juta ton per tahun, yang akan digandakan jika usulan perluasan disetujui. Dua proyek lainnya juga dalam tahap awal.

Douglas Channel LNG Terminal - instalasi liquefaction - akan memiliki kapasitas 900.000 ton per tahun, dan Shell Kanada, bersama-sama dengan mitra Asia, sedang mempertimbangkan untuk membangun terminal di area Prince Rupert yang bisa memproses hingga 14 juta ton per tahun.

Pearson mengatakan studinya juga menunjukkan bahwa gas alam dari Kanada bisa lebih ekonomis dibandingkan harga LNG Australia untuk pasar Asia Pasifik saat ini.

Gas dari Australia atau Kanada bukanlah gas yang murah bila dibandingkan dengan Qatar. Tetapi harga pasar Asia pasifik yang saat ini sekitar $ 15 per mmbtu (satu juta BTU) ketika harga minyak adalah $ 100 per barel, masih jauh lebih murah dari harga minyak.

(Sumber:  Dave Cooper, The Edmonton Journal – SM)

Bagikan berita ini


© 2016 - 2020 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.