DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Pemerintah China segera merilis rencana pengurangan intensitas karbon

01 Agustus 2011 Berita

Pemerintah China akan segera merilis dokumen rencana jangka panjang pencapaian target pengurangan intensitas karbon 2011-2015, pemerintah China juga  telah mulai melihat opsi-opsi teknis untuk mengurangi emisi karbon dioksida setelah 2020.

Xie Zhenhua, Wakil Menteri Pembangunan Nasional dan Komisi Reformasi (NDRC), mengatakan baru-baru ini dalam sebuah konferensi, bahwa rencana komprehensif untuk mengurangi intensitas karbon sebesar 17% akan segera dirilis dalam bentuk Rencana Lima Tahun ke-12 (2011-2015).

China telah menetapkan target untuk memangkas intensitas energi (jumlah energi yang dikonsumsi untuk setiap unit GDP) sebesar 16% dan mengurangi intensitas karbon (jumlah karbon yang diemisikan untuk setiap unit GDP) sebesar 17% pada tahun 2011-2015.
Menurut draft rencana yang dirilis pada bulan Januari, pengurangan dibagi kedalam lima area pengupayaan, dengan berbagai target pengurangan intensitas energi mulai dari 10% hingga 18%.

Target tersebut dimaksudkan sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk memangkas intensitas karbon sebesar 40 hingga 45% dari level 2005 pada 2020.

Xie mengatakan bahwa China mempertimbangkan carbon capture and storage (CCS)  sebagai sarana teknis yang penting untuk mengurangi emisi karbon dioksida dalam beberapa dekade ke depan, dan bahwa China sudah harus menuju pengembangan teknologi baru.

Pengembangan CCS di seluruh dunia menghadapi ketidakpastian karena biayanya yang tinggi dan isu-isu keselamatan (safety). Pada tahun ini, beberapa proyek di negara maju ditangguhkan. Meski adanya tantangan ini, China tidak akan mengesampingkan CCS sebagai opsi teknis di masa depan, namun penggunaannya akan tergantung pada daya saing CCS dan tuntutan global untuk pengurangan emisi. Xie juga menyerukan kerjasama internasional dalam penelitian dan transfer teknologi dari negara maju.

China telah menetapkan target untuk meningkatkan bahan bakar non-fosil sebanyak 15% dari konsumsi energi pada tahun 2020, dan telah menutup banyak pembangkit listrik batu bara yang inefisien dan usang. Namun, batubara tetap menjadi sumber utama energi di China, dengan lebih dari 70% konsumsi energi adalah batubara.

Perusahaan-perusahaan asing mengandalkan China untuk memegang peran utama dalam komersialisasi CCS, tetapi menurut Su, China melihat CCS hanya sebagai sarana untuk mengurangi karbon dioksida setelah 2020 dan 2030.


 (Sumber: China Daily – SM)

Bagikan berita ini


© 2016 - 2020 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.