DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Workshop ‘Aspek Legal dan Regulatory dari Carbon Capture Storage’

04 Agustus 2011 Berita

Pada hari Kamis 28 Juli 2011 di Hotel Nikko Jakarta, Direktorat Jenderal Migas KESDM bekerjasama dengan IEA menyelenggarakan seminar tentang Aspek Legal dan Regulatori dari Carbon Capture Storage (CCS). Seminar dibuka oleh Direktur Jenderal Migas Dr. Evita Legowo dan Dr. Sean McCoy, Analis Energi dari IEA.

Pembicara dalam workshop ini diantaranya adalah Direktur Teknik dan Lingkungan Direktorat Jenderal Migas, Senior Counsel ADB, dan beberapa ahli CCS diantaranya dari Inggris, Canada, Australia, dan Prancis.

Bp. Utomo Iskandar dari Lemigas menyampaikan presentasi bahwa saat ini Lemigas sudah memetakan sebanyak 60 sedimentary basin yang ideal untuk dimanfaatkan sebagai storage CO2, yang terbesar diantaranya adalah basin Kutai di Kalimantan timur. Saat ini sedang dilakukan kajian tentang kemungkinan pengembangan demonstration project CCS di basin Merbau Sumatera Selatan (ADB, Lemigas & Pertamina).

Mr. Lionel Perret dari Kementerian Energi Prancis menyampaikan bahwa teknologi CCS dapat meliputi 15% pangsa pengurangan emisi Uni Eropa. Beliau menjabarkan regulasi CCS Prancis, diantaranya bahwa yang diatur untuk secara voluntari menerapkan teknologi CCS adalah instalasi dengan emisi diatas 100 000 ton CO2.

Transfer for Responsibility” atau penyerahan pengelolaan situs CCS kepada pemerintah daerah, juga menjadi isu diskusi hangat dalam workshop ini, dimana pemerintah Prancis menerapkan jangka waktu 30 tahun setelah finalisasi injeksi CO2. Sedangkan  Uni Eropa memberi pedoman bahwa untuk Transfer for Responsibility diberikan setelah 20 tahun. Tidak ada rumusan pasti bagaimana menentukan Transfer for Responsibility ini, namun dalam prakteknya adalah case-by-case.

Prof. Jon Gibbins dari University of Edinburg yang menyampaikan presentasinya secara telekonferensi menyampaikan bahwa saat ini sebagai bagian dari komitmen memangkas emisi karbon, semua instalasi combustion diatas 300 MWe di Inggris, tidak akan mendapat izin konstruksi dan operasi jika belum melakukan Carbon Capture Readiness (CCR). CCR merupakan penilaian apakah tersedia storage CO2 yang memadai serta juga penilaian teknis dan ekonomis atas transportasi dan teknologi retrofitting CCS. Menurut Prof Jon Gibbins, efisiensi biaya lebih besar pada pemasangan instalasi baru (yang memenuhi CCR) daripada biaya yang dikeluarkan untuk retrofit instalasi existing demi memangkas emisi karbon.

Mr. Steve Tantala dari Australia menyampaikan bahwa selain mengacu pada peraturan Commonwealth, pemerintah Australia menggunakan platform regulasi perminyakan lepas pantai dalam isu CCS. Saat ini regulasi perminyakan Australia telah diperluas untuk menyertakan storage CO2.

Pada akhir seminar, diskusi berkembang tentang apakah suatu negara perlu melakukan demonstration project demi mendapatkan best-practice sebagai acuan menyusun regulasi, atau pemerintah harus membangun regulasi terlebih dahulu sebelum melaksanakan demonstration project. Jawaban umumnya adalah pelaksanaan demonstration project dilakukan bersamaan dengan peninjauan regulasi, dan yang terpenting adalah, koordinasi lintas sektor, karena sifat CCS yang melibatkan berbagai institusi pemerintahan.

Siti Mariani

Bagikan berita ini


© 2016 - 2020 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.