DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Pertemuan Menteri-Menteri Energi ASEAN Ke-29

09 Agustus 2011 Berita

Pada tanggal 29-30 Juni 2011 di Jerudong, Brunei Darussalam telah dilaksanakan Pertemuan Menteri-Menteri Energi ASEAN (AMEM) Ke-29, dengan salah satu agenda membahas kemajuan kerjasama energi ASEAN. Pertemuan ini lengkap dihadiri oleh Sekretaris Heads of ASEAN Power Utilities/Authorities (HAPUA), ASEAN Council on Petroleum (ASCOPE), Ketua ASEAN Forum on Coal (AFOC), Energy Efficiency and Conservation Sub-Sector Network (EE&C-SSN), Renewable Energy Sub-Sector Network (RE-SSN), Regional Energy Policy and Planning Sub-Sector Network (REPP-SSN), Nuclear Energy Cooperation Sub-Sector Network (NEC-SSN), juga dihadiri oleh staf dari ASEAN Centre for Energy (ACE), staf Sekretariat ASEAN, perwakilan International Energy Agency (IEA) dan perwakilan Asian Development Bank (ADB). Berikut beberapa catatan dari pertemuan tersebut;

Pertemuan AFOC menyimpulkan bahwa saat ini draft tentang ASEAN Coal Security Agreement (ACSA) sudah disirkulasikan ke semua anggota untuk mendapat komentar masukan.

Pertemuan EE&C-SSN menyimpulkan bahwa telah terjadi kemajuan signifikan dalam pembuatan rencana kerja dan kurikulum diklat ASEAN Energy Manager Accreditation Scheme (AEMAS), dan pembuatan Promotion on Energy Efficiency and Conservation (PROMEEC). Juga dilaporkan bahwa PROMEEC akan diharmonisasikan dengan ISO50001.

Pertemuan RE-SSN menyimpulkan bahwa RE-SSN harus mengembangkan suatu mekanisme untuk memonitor target mencapaian 15% energi terbarukan dalam total kapasitas terpasang kolektif regional pada 2015. Usulan untuk dilakukannya pelaporan pencapaian pangsa energi terbarukan secara teratur.

Pertemuan NEC-SSN menyepakati bahwa ASEAN perlu mendiversifikasi partner dialog tentang energi nuklir. Viet Nam sebagai ketua NEC-SSN mensirkulasikan dua information paper tentang badan pengatur nuklir nasional, untuk meminta masukan komentar dari negara-negara anggota.

Pertemuan HAPUA melaporkan kemajuan Proyek Interkoneksi ASEAN. Dalam pertemuan ini juga disampaikan hasil studi yakni Phase II ASEAN Interconnection Masterplan Study (AIMS II Study). Untuk memfokuskan aktifitas dalam merealisasikan jaringan interkoneksi ASEAN, pertemuan ini merestrukturisasi working group menjadi 5.

Pertemuan ASCOPE menyimpulkan bahwa enam anggota ASEAN yakni Brunei Darussalam, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, dan Vietnam telah meratifikasi ASEAN Petroleum Security Agreement (APSA) beserta lampirannya tentang Coordinated Emergency Response Measures (CERM). Proses ratifikasi sedang berlangsung untuk anggota ASEAN lainnya, yakni Kamboja, Laos, Indonesia dan Filipina. Dalam isu LNG, ASCOPE memberikan sharing information mengenai kemajuan pembangunan terminal LNG Thailand yang akan selesai tahun 2011 (5 MTPA) dan pembangunan terminal LNG Singapura yang akan selesai tahun 2013 (3 MTPA).

Pertemuan REPP-SSN bersepakat untuk mengeksplorasi dan mempelajari kemungkinan skema ASEAN Collective Buyers dalam pembelian bahan bakar dari luar wilayah ASEAN.


(Siti Mariani)
 

Bagikan berita ini


© 2016 - 2020 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.