DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Peringatan akan terjadinya Badai Matahari

10 Agustus 2011 Berita

Joseph Kunches, ilmuwan cuaca di the Space Weather Prediction Center, sebuah divisi dibawah US National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) baru-baru ini mengingatkan bahwa badai magnetik matahari yang akan segera terjadi mungkin akan berada di tingkat sedang hingga kuat. Dikatakan bahwa badai matahari pekan ini dapat mempengaruhi komunikasi dan satelit global positioning system (GPS).

Gangguan akibat aktivitas matahari jarang terjadi tetapi memiliki dampak serius di masa lalu. Pada tahun 1989, badai matahari mempengaruhi jaringan listrik di Quebec, Kanada, yang menyisakan sekitar enam juta orang tanpa listrik selama beberapa jam.

Badai matahari terbesar yang pernah tercatat adalah pada tahun 1859 yang menghantam kantor telegraf di seluruh dunia dan menyebabkan aurora raksasa terlihat di Kepulauan Karibia. Beberapa operator telegraf melaporkan kejutan listrik dan kertas terbakar, dan banyak sistem telegraf terus mengirim dan menerima sinyal bahkan setelah operator memutus baterai, demikian laporan NOAA di websitenya.

Badai matahari dengan besaran yang serupa jika terjadi di masa ini dapat menyebabkan kerugian global hingga US$ 2 triliun, demikian menurut laporan National Research Council tahun 2008.

Pengguna peralatan satelit, telekomunikasi dan listrik diharapkan mempersiapkan kemungkinan gangguan, akibat datangnya badai matahari, yang mencapai puncak setiap 12 tahun. Ditengarai akan banyak terjadi badai matahari dalam lima tahun menjelang puncak berikutnya (solar maksimum), yang diperkirakan pada tahun 2013.


(Sumber: Reuter – SM)

Bagikan berita ini


© 2016 - 2020 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.