DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

PASOKAN GAS UNTUK MENJAMIN KELANGSUNGAN USAHA

11 Februari 2011 Berita

PLN mengajak kalangan industri yang memerlukan gas untuk bersatu dan bersama-sama memecahkan masalah gas dengan prinsip bisnis to bisnis. "Kami mengajak para pengusaha yang memerlukan gas untuk bergabung ke PLN. Mari kita bicarakan bagaimana agar kita, sesama usaha yang memerlukan gas, bisa memperoleh pasokan gas yang menjamin kelangsungan usaha kita bersama," ujar Dahlan Iskan seperti siaran pers PT PLN yang diterima redaksi (10/02).

Hal ini dijelaskan Direktur Utama PT PLN setelah membicarakan soal gas ini dengan Direktur Energi Primer PLN Nur Pamudji kemarin.

Dahlan Iskan, berharap kalangan industri yang memerlukan gas menghubungi PLN, menyampaikan berapa banyak keperluan gas mereka. Setelah itu PLN akan mengundang mereka untuk berunding bagaimana cara mendapatkan gas itu dengan pendekatan bisnis, PLN sudah punya beberapa rencana, tapi kalau kalangan industri swasta bisa bergabung akan lebih kuat dan sukses," tambahnya.

Salah satu pilihan adalah membangun terminal LNG sendiri di dekat pembangkit listrik Muara Tawar yang mengalami kekurangan gas yang sangat besar. Bisa juga membangun mini-mini LNG di daerah-daerah yang memiliki sumber gas tapi kecil-kecil. "PLN bersedia jadi lokomotif yang di depan karena keperluan gasnya memang yang paling besar. Kalangan industri swasta bisa memperkuat di belakangnya. Dengan demikian PLN bisa maju dan swasta ikut menikmati kemajuan PLN itu, baik melalui pasolan listriknya yang handal maupun lewat sinergi pengadaan gasnya.

PLN memang bisa mendorong kemajuan ekonomi bangsa melalui tiga peranannya sekaligus. Peranan pertama adalah memberikan pasokan listrik yang cukup dan handal untuk kalangan industri. Kedua, lewat kemampuan pembelanjaan PLN yang puluhan triliun. "Industri pendukung listrik harus maju. Industri kabel, trafo distribusi, meteran, tower dan suku cadang akan berpotensi sangat maju bersama PLN. Peranan ketiga adalah sinerginya dengan PLN seperti dalam bersama-sama mengadakan gas, angkutan batubara dan pemanfaatan kapasitas lebih di PLN. "Sebagai perusahaan yang anggaran belanjanya hampir Rp 200 triliun/tahun, PLN harus menyadari peranannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi bangsa itu," ujar Dahlan.

"Anggaran negara memang mencapai Rp 1.000 triliun, tapi yang bisa untuk menggerakkan ekonomi hanya sekitar Rp 400 triliun. Berarti PLN sudah setengahnya sendiri. Belum lagi peran fungsinya sebagai pemasok energi. Karena itu PLN akan menempatkan diri sebagai institusi bisnis yang perannya sangat besar dalam pengembangan pertumbuhan ekonomi bangsa," katanya.

 

Bagikan berita ini


© 2016 - 2019 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.