DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Hasil Penelitian Terbaru tentang Emisi Reservoir Hidroelektrik

15 Agustus 2011 Berita

Listrik tenaga hidro selama ini hanya diposisikan sebagai pelengkap dalam pengembangan dan pemanfaatan energi terbarukan. Hal ini dikarenakan asumsi bahwa bendungan menghasilkan emisi gas rumah kaca dari vegetasi yang tertutup genangan dan bahan organik di dasar sungai yang membusuk karena air tidak mengalir. Pandangan itu mungkin akan berubah, dengan hasil penelitian Dr Jonathan Cole yang baru saja terbit, bahwa reservoir pembangkit listrik tenaga hidro hanya menghasilkan seperenam emisi karbon dioksida dan metana dari nilai perkiraan sebelumnya.

Satu tim ilmuwan internasional telah mengumpulkan data-data emisi gas rumah kaca dari reservoir-reservoir hidroelektrik di seluruh dunia. Analisis atas 85 reservoir hidroelektrik global  mengungkap bahwa sistem reservoir hidroelektrik menghasilkan hanya 48 juta metrik ton karbon per tahun, jauh lebih rendah dari perkiraan sebelumnya yang sebesar 321 juta metrik ton karbon per tahun. Temuan baru ini bisa mengubah kebijakan energi terbarukan.

Selain itu, sebagian besar emisi hanya dihasilkan pada saat awal waduk baru dibangun, karena konstruksi bendungan yang baru mengakibatkan vegetasi dan bahan organik tanah membusuk. Tetapi dengan bertambahnya usia bendungan, maka emisi karbon dan metana menurun, dimana diketahui bahwa pembangkit listrik sistem air-dingin menstabilkan sistem jauh lebih cepat daripada pembangkit listrik sistem air-hangat.

Meskipun demikian, baik sistem air-hangat maupun sistem air-dingin, semua reservoir hidroelektrik hanya mewakili 16% emisi gas rumah kaca dari semua bendungan atau reservoir buatan manusia seperti pasokan air untuk perkotaan.

 (Nature Geoscience - SM)

Bagikan berita ini


© 2016 - 2020 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.