DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

LISTRIK PRA BAYAR (LPB) UNTUK WARGA NTB

14 Februari 2011 Berita

Sejak diluncurkan Program Gerakan Sehari Sejuta Sambungan (GRASSS) pada bulan Oktober tahun lalu, PLN Wilayah NTT terus melakukan ekspansi penyambungan baru dengan menggunakan Listrik Pra Bayar (LPB).  General Manajer PLN Wilayah NTT,  S. Januwarsono menyatakan, pihaknya telah menargetkan hingga akhir tahun 2011 dapat  tersambung  pelanggan baru listrik prabayar sebanyak 25.000 pelanggan, demikian siaran pers Humas PT PLN yang diterima redaksi (12/2).


Sementara itu,  Ketua  DPD Real Estate Indonesia (REI) NTT  Bobby Lianto, mengakui kalau  layanan listrik prabayar merupakan salah satu solusi untuk mengatasi problem sambungan listrik di kawasan perumahan, selama ini jika menggunakan listrik pasca bayar, maka  setiap developer berkewajiban untuk membayar biaya beban (abonemen) dari setiap sambungan listrik yang telah disambung, sepanjang  pengembang belum melakukan  serah terima rumah kepada pihak pembeli. “ Dengan adanya prabayar, kami tidak pusing lagi. Segera dipasang saja.nantinya terserah pemilik rumah, kapan mau dinyalain, ya mereka sendiri yang  harus mengisi setrumnya.

Sebagaimana diketahui bahwa sistem Listrik Prabayar yang   sedang digalakkan PLN akan terus dikembangkan dengan semangat tinggi oleh PLN. Siapa yang tidak ikut arus baru Listrik Prabayar akan ketinggalan nantinya. Kini sudah mulai banyak komplek-komplek perumahan yang secara kolektif dan masal beralih ke sistem Prabayar. Sudah banyak pula apartemen yang secara total bermigrasi ke Prabayar.
 Penggunaan setrum isi ulang sangat mudah. Pelanggan cukup memasukan 20 digit angka yang terdapat pada setrum isi ulang ke meter digital listrik prabayar. Secara otomatis meter prabayar akan menunjukkan jumlah kWh sesuai nilai nominal setrum yang dibeli.

 Melihat mudahnya penggunaan listrik prabayar, tentu saja cara baru ini sangat berbeda dengan cara berlangganan listrik biasa yang ada saat ini atau kita sebut pasca bayar. Pelanggan pasca bayar terlebih dahulu menggunakan listrik, kemudian membayar tagihan rekening listrik dalam periode tertentu setiap bulan sesuai besarnya pemakaian.


Jeni Seren (35th), salah seorang warga di kampung Maulafa-Oubufu Kupang, NTT  mengungkapkan “Rumah Beta Su Terang…, kami minta PLN langsung pasang " .  Jeni merupakan salah satu dari 6.240 pelanggan PLN NTT yang disambung listriknya dengan menggunakan Listrik Prabayar (LPB).
   

Pihak REI NTT sendiri memberikan dukungan penuh kepada PLN untuk terus mengembangkan program listrik prabayar. Bagi pengembang perumahan, menurut Bobby, menggunakan listrik prabayar lebih menguntungkan. Karena itu, DPD REI NTT  menghimbau para pengembang di wilayahnya  untuk menggunakan listrik prabayar. “Kami dan peminat rumah akan terhindar dari pemutusan jaringan oleh PLN karena pemakaian listrik diatur sendiri oleh pengguna. Akhirnya, listrik prabayar ini bisa mendidik pemakai listrik bisa mengendalikan sendiri pemakaian listriknya sehingga diharapkan dapat  lebih berhemat,” ujar Bobby. Bahkan, sejak tahun lalu  sudah ada pengembang perumahan  di NTT yang mengembangkan kampung prabayar yang  berlokasi di daerah Kolhua

Seperti diketahui, tahun ini PLN menargetkan dapat menyambung 2 juta pelanggan listrik prabayar, baik itu penyambungan baru maupun yang migrasi dari listrik pasca bayar. Listrik Prabayar merupakan inovasi pelayanan PLN yang dimaksudkan untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pelanggan. Selain dapat mengendalikan sendiri pemakaian listriknya sesuai kebutuhan, pelanggan juga dapat mengetahui besarnya pemakaian listrik setiap harinya.  Voucher isi ulang setrum listrik prabayar juga bisa dengan mudah diperoleh melalui 30.000 lebih jaringan ATM dari sejumlah bank yang tersebar di seluruh Indonesia, diantaranya ATM BCA, Mandiri, Bukopin, BNI, BRI dan masih banyak lagi.


 

Bagikan berita ini


© 2016 - 2019 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.